TOPNEWS1.ONLINE.BONE. — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Masyarakat Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin resmi memulai pelaksanaan program kerja “Hulo Scan (QRIS)” di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. 20 Juli 2026.
Program ini bertujuan untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut agar mulai mengadopsi sistem pembayaran digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya, program Hulo Scan ini dimulai dengan pendekatan langsung ke lapangan, yakni kunjungan door to door ke UMKM yang tersebar di berbagai dusun di Desa Hulo.
Melalui metode ini, mahasiswa KKN dapat langsung berinteraksi dengan pelaku usaha, memperkenalkan program, sekaligus melakukan pendataan awal mengenai kesiapan UMKM dalam menggunakan QRIS.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi seputar manfaat QRIS, mulai dari kemudahan transaksi tanpa uang tunai, pencatatan keuangan yang lebih rapi, hingga peluang menjangkau lebih banyak konsumen yang telah terbiasa dengan pembayaran digital.
M. Alzady Yanuar Ihza, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Manajemen, Universitas Hasanuddin, yang tergabung dalam KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat Desa Gelombang 116, menjelaskan bahwa tujuan dari program Hulo Scan adalah menghadirkan QRIS sebagai jalan alternatif yang lebih luas dijangkau oleh kalangan yang memilih transaksi non-tunai.
kami hadirkan qris sebagai pilihan konsumen sebagai jalan alternatif yang memudahkan transaksi pembeli kepada penjual”* ujar Alzady.
Hal senada disampaikan oleh salah satu pelaku UMKM di Desa Hulo yang berpartisipasi. Ia mengaku program ini sangat bermanfaat bagi usahanya.
Pelanggan yang bertransaksi melalui QRIS. Ini sangat memudahkan kami karena tidak perlu lagi menyediakan uang kembalian,”* ungkap pelaku UMKM tersebut.
Program Hulo Scan merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung percepatan inklusi keuangan digital di tingkat desa, sejalan dengan program yang telah dicanangkan oleh Bank Indonesia. Ke depannya, program ini akan berlanjut dengan tahap pendampingan pendaftaran QRIS, pelatihan praktik penggunaan, hingga pemasangan kode QR di masing-masing UMKM yang bersedia berpartisipasi.(Alzady/dso).
















