TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Muhammad Aksan, S.Pd., S.P., M.Sc., dosen dan peneliti di bidang nematologi, proteksi tanaman, dan agronomi yang mengajar pada Program Studi S1 Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, FKIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), berhasil meraih beasiswa doktoral bergengsi dari National Chung Hsing University (NCHU), Taiwan.
Muhammad Aksan dinyatakan lulus untuk melanjutkan studi jenjang Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada Department of Plant Pathology, College of Agriculture and Natural Resources, NCHU, mulai Fall Semester 2026. Pengumuman kelulusan diterima pada 1 Juni 2026 setelah melalui proses seleksi berbasis dokumen (document screening) yang berlangsung sejak Februari 2026.
Dalam surat resmi penerimaan yang diterbitkan pihak universitas, NCHU menyampaikan bahwa Muhammad Aksan berhasil terpilih di tengah persaingan yang ketat. Ia dinilai memiliki rekam jejak akademik yang kuat, dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta potensi riset yang menjanjikan untuk berkontribusi pada perkembangan sains di tingkat internasional.
Tidak hanya diterima sebagai mahasiswa doktoral, Muhammad Aksan juga berhasil memperoleh NCHU Scholarship yang diberikan kepada kandidat-kandidat terbaik dengan prestasi akademik unggul. Beasiswa tersebut mencakup pembebasan penuh biaya kuliah (full tuition waiver) senilai NTD 53.946 per semester serta tunjangan hidup sebesar NTD 8.000 per bulan untuk periode September 2026 hingga Juli 2027.
Dukungan beasiswa tersebut dapat diperpanjang setiap tahun berdasarkan hasil evaluasi akademik hingga masa studi maksimum empat tahun. Selain itu, selama menjalani pendidikan doktoral, Muhammad Aksan juga berpeluang memperoleh pendanaan tambahan dari Taiwan National Science and Technology Council (NSTC) melalui program Taiwan Fellowship for International PhD Students (TFIPS).
Program TFIPS saat ini memberikan dukungan pendanaan sekitar NTD 40.000 per bulan selama maksimal tiga tahun bagi mahasiswa doktoral internasional yang memenuhi persyaratan akademik dan target luaran penelitian yang ditetapkan. Kesempatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi Muhammad Aksan untuk mengembangkan penelitian berkualitas tinggi dan menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang sekaligus menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta daya saing di tingkat global.
Melalui studi doktoralnya nanti, Muhammad Aksan diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi dan kontribusi ilmiah dalam bidang patologi tumbuhan, nematologi, serta pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia di masa depan. (Ibe)
















