TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Berawal dari hanya 12 santri, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Fattaah Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kini berkembang dan membina sekitar 40 anak.
TPA yang mulai beroperasi pada 15 Mei 2025 itu hadir sebagai wadah pendidikan keagamaan bagi anak-anak dari Desa Padangloang, Padangloang Alau hingga Lancirang.
Ketua TPA Al Fattaah, Mahyuddin Tahir melalui Pembina TPA Ustadz Andika Bahar dan Mardiana Sumardi, terus mendorong agar kegiatan mengaji tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak para santri.
“Alhamdulillah, TPA ini sudah berjalan sekitar satu tahun lebih. Awalnya hanya ada 12 santri, sekarang sudah kurang lebih 40 anak yang aktif mengaji,” ujar Ustad Andika Bahar, Selasa, 1 September 2026.
Dalam proses pembelajaran, para santri terlebih dahulu dibimbing menggunakan metode Iqra mulai dari Iqra 1 hingga Iqra 6.
Setelah dinilai mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, mereka kemudian diarahkan untuk membaca Al-Qur’an secara langsung.
Tak berhenti pada kemampuan membaca, TPA Al Fattaah juga mulai menanamkan budaya menghafal Al-Qur’an. Para santri didorong untuk menghafalkan Juz 30 sebagai target awal.
“Target kami minimal anak-anak bisa menghafal Juz 30. Kalau belum mampu menghafal lebih banyak, kita mulai dari Juz 30 terlebih dahulu,” jelasnya.
Pendidikan di TPA Al Fattaah juga diperluas dengan hafalan doa-doa sehari-hari.
Anak-anak diajarkan doa sejak bangun tidur hingga kembali tidur, termasuk doa masuk dan keluar kamar mandi, sebelum dan sesudah mengenakan pakaian, masuk dan keluar rumah, serta sebelum dan setelah belajar.
Selain itu, para santri dibekali hafalan bacaan salat serta pendidikan adab, baik kepada kedua orang tua maupun kepada sesama teman.
Menurut Andika, pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak yang kami terapkan kepada anak-anak. Bukan hanya mengaji dan menghafal, tetapi juga doa sehari-hari, bacaan salat dan adab kepada orang tua serta sesama teman,” katanya.
Keberadaan TPA Al Fattaah mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Padangloang, termasuk Kepala Desa Padangloang Syamsu Alam, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta para donatur yang memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri.
Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat keberadaan TPA Al Fattaah sebagai pusat pembinaan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.
Ke depan, pengelola TPA memiliki harapan besar agar Al Fattaah dapat berkembang menjadi salah satu pusat lahirnya para penghafal Al-Qur’an di Desa Padangloang.
“Harapan kami, Al Fattaah ke depan menjadi salah satu lumbung penghafal Al-Qur’an, khususnya di Desa Padangloang,” ungkap Andika.
Bahkan, dalam jangka panjang, Pemerintah Desa Padangloang disebut memiliki rencana untuk mendorong berdirinya pondok tahfiz di wilayah tersebut.
Dengan jumlah santri yang terus bertambah dan program pembinaan yang semakin beragam, TPA Al Fattaah kini bukan sekadar tempat anak-anak belajar membaca Al-Qur’an.
Lebih dari itu, tempat ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi Padangloang yang cinta Al-Qur’an, memiliki hafalan, sekaligus berakhlak mulia. (Ibe)

















