Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BARRU

Petani Desa Nepo Barru Gelar Ritual Adat Mappalili

×

Petani Desa Nepo Barru Gelar Ritual Adat Mappalili

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, BARRU — Petani di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru menggelar ritual adat ‘Mappalili’ sebelum turun sawah, Senin, 15 November 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Barru, Ir Ahmad, ST, Camat Mallusetasi, Drs H Nompo Nasruan, Kepala Desa Nepo, Mamma Husain, serta Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas dan anggota PPL Pertanian.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Para petani di lokasi kegiatan sangat antusias mengikuti acara. Hal ini ditandai dengan sambutan penuh semangat dari para petani dan tokoh masyarakat terhadap para undangan. Mappalili adalah sebuah tradisi berdoa sebelum turun ke sawah.

Diketahui, Mappalili memiliki sesuatu yang menggambarkan karakteristik dari masyarakat Barru sepenuhnya. Pada pelaksanaan pembangunan upacara Mappalili di setiap kecamatan masih menggunakan beberapa peralatan yang digunakan sejak beberapa tahun lalu.

Penggunaan peralatan harus melalui ritual adat yang melibatkan leade kustom, sosialita, dan beberapa pemerintah. Oleh karena itu, aktivitas upacara Mappalili di setiap kecamatan dapat berbeda sesuai dengan waktu dan jenis ritual pelaksanaannya.

Kepala Desa Nepo, Mamma Husain mengatakan, bahwa acara Mappalili ini adalah hasil budaya turun temurung dari nenek moyang, dan harus dilestarikan.

“Yang perlu kita tau dalam acara Mappalili adalah adanya kebersamaan dan kegotong royongan antara para kelompok tani, tokoh masyarakat, dimana para petani kita sudah medern, dan sekarang tidak ada komplein permasalahan air. Harapan kami semoga musim tanam kita ini bisa lebih meningkat lagi,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru Ir Ahmad, ST mengatakan sistem produksi pertanian yang dimiliki saat ini mengalami peningkatan yang signifikan di atas rata-rat.

“Khusus desa Nepo jika kita ingin meningkatkan produksi pangan kita, kita perlu kita ubah waktu masa tanam, yang mungkin biasanya menanam berdasarkan saat musim penghujan, sekarang bisa lakukan masa tanam lebih awal,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa sudah bisa melakukan penanaman 3 kali dalam satu tahun dengan parietas benih yang tahan air, sehinggah tanaman padi bisa tumbuh dengan baik.

“Jadikan acara Mappalili ini adalah kegiatan kebersamaan dan persaudaraan antara kelompok tani di desa kita ini,” tandasnya. (Suwardi)

Editor: Ibrahim

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics