TOPNEWS1.ONLINE, PINRANG – Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (PP KPMP), Syamsul, mengkritik keras pemerintah Kabupaten Pinrang atas ketimpangan pembangunan yang masih terjadi, terutama di sektor infrastruktur dan layanan kesehatan.
Kritik ini muncul setelah viralnya peristiwa memilukan di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, di mana seorang warga harus ditandu sejauh berkilometer demi mendapatkan perawatan medis di RSUD Enrekang.
Minimnya fasilitas kesehatan dan buruknya akses jalan menjadi momok yang mengancam keselamatan warga.
“Kejadian ini sangat tidak manusiawi. Di era modern seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi masyarakat yang harus bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan,” tegas Syamsul.
Ia menilai insiden ini mencerminkan kelalaian pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar warganya.
Menurutnya, kasus ini bukanlah kejadian pertama, melainkan bukti nyata ketimpangan pembangunan yang masih terjadi di Kabupaten Pinrang.
“Sudah berapa banyak warga yang mengalami hal serupa? Sampai kapan rakyat kecil harus menjadi korban ketidakpedulian?” tambahnya.
PP KPMP menuntut pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Syamsul juga menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah.
“Jika tuntutan ini diabaikan, kami tidak akan ragu untuk turun ke jalan demi memperjuangkan hak masyarakat Pinrang,” pungkasnya. (ibe)
















