TOPNEWS1.ONLINE, BARRU – Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, kembali menggelar upacara adat Mappalili, Minggu (3/11/2024).
Tradisi turun sawah yang dilaksanakan setiap musim tanam padi ini menjadi daya tarik tersendiri, dihadiri oleh tokoh masyarakat, serta pejabat setempat seperti Camat Mallusetasi, Danramil 1405-05 Mallusetasi, dan Kepala BPP Kecamatan Mallusetasi.
Rangkaian acara dimulai dengan warga yang berkumpul bersama untuk menyaksikan ritual yang menandakan dimulainya musim tanam.
Tokoh masyarakat kemudian turun langsung ke sawah sebagai simbol permohonan berkah dan kelancaran dalam proses menanam padi, dengan harapan panen akan melimpah.
Kepala Desa Bojo, Ir. H. Tuppu Bulu Alam, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya Bugis yang turun-temurun.
“Tradisi Mappalili ini mengajak kita semua, khususnya kelompok tani di Desa Bojo, untuk terus semangat bertani dan memanfaatkan lahan-lahan yang ada,” ujar Kepala Desa Bojo.
Ia juga mengajak para petani untuk turun ke sawah secara serentak, guna menciptakan ritme panen yang bersamaan dan optimal. Selain itu, ia berharap agar semua pihak ikut menjaga fasilitas umum, terutama saluran irigasi, agar tetap berfungsi dengan baik.
Camat Mallusetasi turut memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan Mappalili. Ia menekankan bahwa tradisi semacam ini penting untuk memperkuat budaya lokal dan kearifan tradisional.
“Semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin erat dan para petani terus semangat melestarikan tradisi ini. Kami dari pemerintah akan berupaya mendukung fasilitas yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Dengan berlangsungnya Mappalili, masyarakat Desa Bojo berharap musim tanam kali ini membawa hasil panen yang melimpah, sekaligus melestarikan budaya lokal yang sarat makna dan nilai kebersamaan. (Sw)
















