TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Maritengngae memanfaatkan kegiatan car free day untuk mensosialisasikan tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang pilkada serentak 2024, Minggu (20/10/2024)
Berlokasi di Pelataran Monumen Ganggawa, jajaran Panwascam Maritengngae mensosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya netralitas ASN. Tak hanya dilokasi itu, mereka juga menyasar warga yang berolahraga di Stadion Ganggawa
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN akan pentingnya menjaga netralitas dalam proses pilkada.
Dengan menggunakan pengeras suara, jajaran Panwascam Maritengngae menyampaikan bahwa ASN harus terhindar dari keterlibatan politik praktis.
“Pada kegiatan ini kami turun untuk mengingatkan kembali terkait netralitas ASN. Pencegahan diperlukan untuk meminimalkan pelanggaran yang terjadi” kata, Kordiv Hukum Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Zakiyah
“Netralitas ASN sangat penting agar pilkada berjalan adil dan transparan,” tambahnya.
Dalam sosialisasi tersebut, jajaran Panwaslu Kecamatan Maritengngae menyampikan beberapa larangan ASN seperti menyukai, komentar hingga membagikan materi kampanye yang berhubungan dengan pasangan calon di media sosial karena itu bisa terindikasi memihak salah satu paslon
Zakiyah menjelaskan bahwa, netralitas merupakan harga mati bagi ASN, tidak ada negosiasi karena penindakannya pun jelas dalam surat kesepakatan bersama oleh kementerian.
“Begitu pula dengan larangan politik uang, dalam UU No.10 tahun 2016 tentang pilkada bahwa baik yang menerima maupun yang memberi itu bisa di pidana minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan serta denda yang tidak sedikit” jelasnya
Selain mensosialisasikan tentang netralitas ASN, Panwaslu Kecamatan Maritengngae juga mengedukasi masyarakat untuk aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran yang terjadi.
Dengan kegiatan ini, berharap dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai peran ASN dalam demokrasi dan meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga integritas pilkada.
“Kegiatan ini kami harapkan bisa menyebar luas ke masyarakat lain sehingga mewujudkan demokrasi yang adil di Bumi Nene Mallomo” harapnya.(*)

















