TOPNEWS1.ONLINE.BANTAENG. — Nurul Hikma Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “Pembuatan Peta Rawan Banjir” di Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Sabtu 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam mengenali wilayah yang memiliki potensi terdampak banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana.
Pembuatan peta rawan banjir dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya mitigasi bencana berbasis informasi spasial. Melalui pemetaan tersebut, wilayah Desa Mamampang dapat diidentifikasi berdasarkan tingkat kerawanannya terhadap banjir sehingga informasi yang dihasilkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pengelolaan lingkungan serta kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan dan pengolahan berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi wilayah, seperti karakteristik topografi, kondisi drainase, aliran air, penggunaan lahan, serta lokasi yang berpotensi mengalami genangan. Data tersebut kemudian diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat dan aparat desa.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari program kerja tersebut, peta rawan banjir diserahkan kepada Pemerintah Desa Mamampang
Penyerahan ini diharapkan dapat memastikan bahwa hasil pemetaan dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung dalam perencanaan dan upaya mitigasi bencana di tingkat desa.
Nurul Hikma penanggung jawab program kerja, mengatakan bahwa pembuatan peta rawan banjir diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah peta, tetapi juga memberikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam menghadapi potensi bencana.
“Melalui pembuatan peta rawan banjir ini, kami ingin membantu masyarakat dan pemerintah Desa Mamampang mendapatkan gambaran mengenai wilayah yang berpotensi terdampak banjir. Harapannya, informasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi wilayah,” ujar Nurul Hikma.
Selain sebagai media informasi, peta rawan banjir juga diharapkan dapat mendukung upaya perencanaan lingkungan yang lebih baik. Informasi mengenai wilayah rawan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan drainase, penataan lingkungan, maupun penyusunan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap peta yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi Desa Mamampang dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Penyerahan peta ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat setelah pelaksanaan KKN selesai. (NH/Dso).
.






