TOPNEWS1.ONLINE.BANTAENG. — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyerahkan program kerja individu berupa Konsep Revitalisasi Kawasan Pesisir Tangnga-Tangnga kepada Pemerintah Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (08/08/2026).
Program yang diinisiasi oleh Baso Taharaja, mahasiswa KKN Posko Bonto Sunggu 2 yang merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung penataan dan pengembangan kawasan pesisir Tangnga-Tangnga sebagai kawasan wisata edukatif yang lebih tertata, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Konsep revitalisasi disusun berdasarkan kondisi eksisting, potensi, serta permasalahan yang terdapat di kawasan pesisir. Dokumen ini memuat gambaran kawasan, identifikasi potensi, analisis permasalahan, konsep penataan, pembagian zona, serta usulan pengembangan fasilitas pendukung kawasan.
Kawasan pesisir Tangnga-Tangnga memiliki potensi utama berupa aktivitas budidaya rumput laut dan perikanan yang menjadi bagian dari kehidupan serta mata pencaharian masyarakat setempat. Potensi tersebut menjadi dasar dalam pengembangan konsep kawasan yang mengintegrasikan aktivitas produksi, ruang publik, dan wisata edukatif.
Salah satu gagasan utama dalam konsep revitalisasi ini adalah pengembangan kawasan wisata edukatif yang mengintegrasikan galeri pameran produk lokal dengan area budidaya rumput laut. Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat mengenal potensi pesisir sekaligus melihat aktivitas budidaya secara langsung.
Konsep ini juga mengusulkan peningkatan aksesibilitas kawasan melalui penataan jalur pedestrian, jembatan penghubung di atas pemecah ombak, serta akses landai bagi nelayan dari laut menuju daratan. Penataan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memberikan pengalaman ruang yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Selain itu, konsep revitalisasi memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan melalui penyediaan titik tempat sampah, akses kendaraan pengangkut sampah, serta penataan ruang pesisir. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan kawasan menuju pengembangan wisata yang bersih dan berkelanjutan.
Melalui dokumen konsep revitalisasi ini, mahasiswa KKN berharap gagasan penataan kawasan dapat menjadi bahan pertimbangan dan referensi bagi Pemerintah Kelurahan Bonto Sunggu serta pihak terkait dalam mengembangkan kawasan pesisir Tangnga-Tangnga secara bertahap.
Penyerahan konsep ini menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Bonto Sunggu, dan masyarakat dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi kawasan pesisir. Konsep yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengarahkan pengembangan Tangnga-Tangnga sebagai kawasan pesisir produktif dan wisata edukatif berbasis potensi lokal.
Ke depannya, konsep revitalisasi ini diharapkan dapat dikembangkan melalui kajian dan perencanaan lebih lanjut oleh pihak terkait sehingga gagasan penataan kawasan dapat diwujudkan secara bertahap sesuai kebutuhan, kondisi lingkungan, dan kemampuan pembiayaan.(Baso/Dso).














