Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
NewsNasional

Mengapa Anak Gagal dan Sekolah Laboratorium UNJ

×

Mengapa Anak Gagal dan Sekolah Laboratorium UNJ

Sebarkan artikel ini

Karenanya, Kit Deteksi Bakteri Penyebab Keracunan Pangan (foodborne pathogen) Metode deteksi yang dikembangkan oleh tim Salmonella UNJ berbasis Nucleic acid-based methods (genomik) (2016) amat diperlukan untuk menghindari ancaman tsb.

Dari ketiga kajian ilmiah yang dipaparkan itu, telihat ada titik temu yang menjadi perhatian bersama yakni pada isu pendidikan dan kesehatan. Ketiganya berharap bahwa proses pendidikan haruslah mengantarkan kesuksesan anak mencapai kesuksesan di masa depannya. Anak haruslah terhindar dari segala kemungkinan kegagalan.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Apa sesungguhnya yang menyebakan anak gagal di sekolah, kelihatannya bersumber dari lima faktor berikut.

Pertama, adanya kegagalan pendekatan yang dilakukan oleh sekolah. Kegagalan itu dapat bersumber dari kontradiksi antara apa sesungguhnya yang diharapkan oleh anak dari sekolah dan apa yang diharapkan oleh guru terhadap anak. Kontradiksi ini bila tidak teratasi maka penanaman nilai, sikap dan perilaku positif untuk hidup sehat sulit dicapai. Kedua, adanya interaksi antara anak dengan guru yang jauh dari kaidah-kaidah pedagogik yang dapat mengakibatkan anak dilanda rasa cemas dan ketakutan akibat tuturan, sikap dan perilaku guru yang mungkin semua itu tidak disadari. Ketiga, adanya perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak yang tidak optimal sehingga terdapat kesenjangan antara apa yang anak ketahui atau serap dan apa yang seharusnya anak peroleh. Ibarat botol, terlihat hanya sedikit sekali bagian yang terisi air pada botol itu. Keempat, adanya lingkungan sekolah yang tidak membahagiakan anak. Lingkungan sekolah tidak memungkinkan anak menikmati dirinya sebagai anak yang ingin bermain, lari,

dan berinteraksi dengan teman kelasnya di alam terbuka. Kelima, kelihatannya negara belum hadir untuk melakukan standarisasi sekolah. Dengan menggunakan delapan standar yang ada, akan terlihat, hanya di kisaran satu persen di antara lebih 300 ribu sekolah yang memenuhi standar internasional.

Di Singapura, sebagai contoh, sekolah-sekolahnya umumnya memiliki lapangan bola, lapangan basket, ada taman yang luas, jendela-jendela ruang kelas berukuran lebar dan menghadap ke taman, setiap anak memiliki locker atau lemari sendiri untuk menyimpan buku dan tas, ada klinik dan dokter, dst. Sekolah terlihat bagai surga bagi anak karena taman sekolahnya yang luas dan menyenangkan, meski negara ini amat kecil, ukurannya relatif sama dengan Pulau Samosir, pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba.

Atas kerisauan untuk menghidari agar tidak ada anak yang gagal, UNJ sejak 1968, sudah mendirikan Sekolah Laboratorium untuk semua jenjang, mulai TK, SD, SMP hingga SMA yang tidak hanya dijadikan sebagai tempat praktik, penelitian pendidikan, dan pengembangan inovasi pendidikan tapi juga dapat dijadikan sebagai contoh di seluruh tanah air agar sekolah sungguh menjadi tempat yang membahagiakan bagi kesuksesan masa depan anak.

UNJ tentu akan terbuka bermitra dan bergandengan tangan dengan Pemda dan semua pihak terkait di seluruh tanah air untuk mereplikasi Sekolah Laboratorium ini sehingga kelak kita dapat mewujudkan bahwa sekolah-sekolah di tanah air menjadi tempat yang membahagiaan dan memberi harapan akan hari depan kita bersama sebagai satu bangsa. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics