Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan itu adalah memanfaatkan secara optimal teknologi digital dalam proses pembelajaran, seperti pemanfaatan mobile learning.
Pemanfaatan mobile learning dalam pembelajaran sains, dinilai sangat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan adanya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Namun demikian, implementasi mobile learning dalam pembelajaran sains tidak akan berhasil dengan baik tanpa dukungan dari beberapa faktor. Salah satunya adalah melalui manajemen pembelajaran yang baik dengan melakukan integrasi framework pedagogi pada mobile learning dalam manajemen pembelajaran.
Untuk kepentingan ini diperlukan dukungan dan sinkronisasi dan sinergi antara kebijakan makro di tingkat nasional dan kebijakan mikro di tingkat sekolah dalam rangka meningkatkan literasi sains siswa di tanah air.
Selanjutnya, Prof. Dr. Muktiningsih N., M.Si dalam orasi pengukuhannya menyoroti Potensi Kit Pendeteksi Bakteri Penyebab Keracunan Pangan dalam Memperkuat Kemandirian Bangsa. Dikemukakan oleh beliau bahwa saat ini kasus keamanan pangan terutama keracunan makanan (foodborne pathogen diseases) sangat luas penyebarannya dan dilaporkan mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Kasus ini sering juga disebut sebagai Kasus Luar Biasa karena korbannya dalam jumlah besar, waktu bersamaan, mengenai berbagai usia, dan terjadi dalam waktu cepat. Banyaknya jumlah korban menyebabkan sangat perlu dikembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanagan kasus tersebut dan metode deteksi cepat, spesifik dan akurat, sehingga penanganan kasus ini menjadi lebih efisien dan mengurangi terjadinya jumlah korban.
















