Mediasi Tak Berhasil, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Pinrang Lanjut

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi

TOPNEWS1.ONLINE, PINRANG — Kasus dugaan penganiayaan anak dibawah umur di Desa Mattongang-tongang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang hingga saat ini belum memiliki titik terang, Selasa, 9 Maret 2021.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 5 Februari 2021 dengan korban inisial D (10). Saat itu, korban pulang dari solat Jumat dan singgah main sama rekan sebayahnya di dekat Masjid Labolong, Desa Mattongang-tongang.

Bacaan Lainnya

Tiba-tiba dia berkelahi sama anak lain yang kebetulan datang ke kampung tesebut karena ada acara keluarganya.

Setelah itu, anak tersebut mengadu ke Ibunya lalu mendatangi dan langsung menyanya “siapa yang pukul anakku”, korban mengaku kalau dia yang memukul anaknya.

Usai mendengar hal itu, Ibu Rumah Tangga (IRT) itu diduga langsung tarik kepala korban lalu dibenturkan ke tembok gorong-gorong beberapa kali lokasi dekat masjid.

Sepeda yang dipegang korban juga dilempar dan dirusak. Padahal sepeda itu bukan milik korban, melainkan milik temannya.

Setelah kejadian, korban langsung pulang ke rumah. Tetapi korban saat itu, tidak menceritakan apa-apa yang terjadi.

Dia hanya langsung berbaring. Tidak lama kemudian ada tetangga yang ke rumah tanyakan kabar korban karena dia tahu kejadiannya.

Setelah itu, ibu korban langsung cek kepalanya dan benar ternyata bengkak seperti telur dan memerah seperti mau keluar darah.

Lalu pihak keluarga datangi terduga pelaku dengan harapani ada itikad baik mau bertanggungjawab dan menyesali perbuatannya.

Namun tidak demikian, terduga pelaku malah marah-marah dan mengamuk, dan mau memukul ibu korban.

Sehingga hal tersebut dilaporkan ke pihak berwajib pada 6 Februari 2021. Korban juga sudah di visum dengan hasil Hematoraks pada kepala bagian belakang akibat terbentur.

Terpisah, Kapolsek Mattiro Sompe, AKP Zusandy Said mengatakan, kasus tersebut sudah diambil ali Satreskrim Polres Pinrang karena berhubungan dengan perempuan dan anak.

“Kasusnya itu sudah diambil ali Satreskrim Polres Pinrang sejak 15 Februari lalu,” ucapnya, Selasa, 9 Maret 2021.

Sebelumnya, kata AKP Zusandy Said pihaknya sudah berusaha untuk melakukan mediasi dengan melibatkan beberapa tokoh masyarakat agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Namun, tidak ada jalan. Makanya kasusnya di ambil ali oleh Satreskrim Polres Pinrang untuk ditindaklanjuti,” tandasnya. (mds/ibe)

Editor: Ibrahim

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
3

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *