TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Momen Idulfitri selalu membawa berkah, tak terkecuali bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang yang memanfaatkan peluang ini dengan berwirausaha.
Dengan kreativitas dan keterampilan yang dimiliki, mereka sukses merintis bisnis hampers kue kering yang menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kolaboratif berbasis proyek, di mana mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan memasak tetapi juga belajar tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan inovasi produk.
Beragam jenis kue kering khas Lebaran seperti nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing dikemas dalam hampers eksklusif yang menarik minat pelanggan.
Salah satu mahasiswa, Fauziah, mengungkapkan bahwa bisnis ini awalnya untuk memenuhi orderan institusi, lalu mereka mengembangkan pemasaran berbasis pre-order dari teman dan keluarga.
Namun, dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial, pemesanan terus meningkat.
“Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Dalam dua minggu, kami berhasil menjual lebih dari 400 paket hampers,” ujarnya.
Dosen pengampu mata kuliah, Chef Dama Gea, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam bisnis kuliner.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir dalam teknik kuliner, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasional bisa langsung diaplikasikan,” katanya.
Keberhasilan mahasiswa dalam bisnis hampers ini menjadi bukti bahwa peluang usaha di sektor kuliner masih sangat menjanjikan, terutama saat momen perayaan besar seperti Idulfitri.
Dengan inovasi, strategi pemasaran yang tepat, serta kualitas produk yang terjaga, bisnis hampers kue kering bisa menjadi ladang rezeki yang manis bagi para pelaku usaha muda. (ibe)
















