TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP— Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan seminar program kerja bertajuk “Pemanfaatan Puntung Rokok sebagai Pestisida Nabati Berbahan Dasar Tembakau” di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program kerja yang digagas dan dipresentasikan oleh Rahmat Al Ma’rij, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, sebagai upaya inovatif dalam mengatasi permasalahan limbah puntung rokok sekaligus mendukung pengendalian hama dan penyakit tanaman secara ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan bahwa puntung rokok merupakan salah satu jenis limbah yang paling banyak ditemukan di area publik Kelurahan Majjelling Wattang. Padahal, filter rokok mengandung residu nikotin yang bersifat neurotoksin alami bagi serangga. Melalui proses ekstraksi sederhana, puntung rokok dapat diolah menjadi pestisida nabati yang efektif untuk mengendalikan hama seperti kutu daun, kumbang kecil, dan ulat.
Program ini dirancang sebagai solusi berbasis circular economy yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan pemukiman, tetapi juga memberdayakan sektor pertanian lokal. Inovasi ini dinilai sangat relevan bagi masyarakat yang memiliki kebun pekarangan serta kelompok tani di wilayah Sidrap yang kerap menghadapi tingginya biaya penggunaan pestisida kimia.
Respon masyarakat Kelurahan Majjelling Wattang terhadap seminar dan sosialisasi program kerja ini sangat positif. Warga tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati. Metode yang ekonomis, mudah diaplikasikan, serta berbahan dasar limbah sehari-hari menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Maritengngae, Ibu Musfiani, S.P., M.Si. Ia menilai program kerja tersebut sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan petani saat ini.
“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin. Program pestisida nabati ini sangat mendukung kreativitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat Majjelling Wattang, khususnya petani yang merokok, terhadap bahaya puntung rokok dari sisi kesehatan dan lingkungan. Semoga program ini berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” ucapnya.
Melalui kegiatan seminar program kerja ini, kehadiran mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan kelompok tani menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah serta mendorong praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Program ini membuktikan bahwa dengan edukasi dan kreativitas, limbah yang semula dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi solusi nyata untuk perlindungan tanaman, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Sidrap.(Dso).

















