TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sejumlah mafia minyak beraksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kanie, Kecamatan Maritenggae, Sidrap.
Mereka menguras hingga habis BBM bersubsidi jenis solar. Modusnya yang digunakan untuk memperlancar aksinya adalah rekomendasi petani.
Para mafia solar yang kerap dipanggil palansir atau pengepul BBM ini berkelompok dan melakukan penampungan minyak dibeberapa titik.
Seperti halnya dari hasil penelusuran terdapat gudang minyak tempat penimbungan terdapat di Desa Kanie, Kecamatan Maritenggae, Sidrap.
Dilokasi ini, terlihat sebuah rumah kecil dijadikan gudang penampungan minyak.
puluhan jerengen BBM isi 34 liter menumpuk didalam dan luar gudang.
Setelah terkumpul banyak, BBM subsidi jenis solar diangkut keluar daerah seperti Kabupaten Enrekang dan Moroawali dengan harga yang tinggi.
Dalam aksinya itu, kuat dugaan ada keterlibatan oknum petugas yang juga ikut menguras isi BBM jenis solar di SPBU Kanie.
Para palansir dilokasi SPBU Kanie terbagi beberapa kelompok dan masuknya perseat.
Menurut informasi dilapangan, terdapat dua kelompok pengepul minyak bersubsidi jenis solar yang dibagi perhari.
“Yah pak. Ada dua kelompok pengepul Solar. 1 kelompok terdiri 5 hingga 6 orang pemilik atau penanggung jawab. Untuk hari ini yang masuk kelompok lain, pengepul dari Bulucenrana,” ucap sumber, Jumat, 16 Juni 2023.
Para pengepul Solar subsidi di SPBU Kanie menguras habis stok persediaan BBM subsidi tersebut.
“Begitu pak. Nanti stoknya SPBU habis baru berhenti malansir atau mengumpulkan solar kedalam jerengen berisi 33 hingga 34 liter,” ujarnya.
Kuat dugaan para mafia minyak ini membawa pulang kepenampungan hingga berton-ton lalu kemudian dibawa ke luar daerah. Seperti ke Morowali, Sulawesi Tengah dengan menggunakan penyebrangan laut lewat Siwa, Kabupaten Wajo.
Sementara itu, Kapolsek Maritenggae, IPTU, H Alwi mengatakan akan menelusuri informasi tersebut dan akan segera melakukan tindakan kepolisian. (dso/Ibe)

















