Beliau adalah syahid atau martir. Almarhum adalah kawan saya di UIN. Kami pernah bersama di Majalah Panji Masyarakat dan HMI. Almarhum adalah scholar yang serius, produktif menulis, pejuang hidup sebagai perantau asal Minangkabau, dan amanah.
Tugas apa pun yang diberikan akan dijalankan secara penuh tanggung jawab. Beliau adalah seorang scholar ilmu sejarah dan keislaman yang sangat sadar akan politik tapi sangat konsen pada pendidikan; memiliki banyak karya tulis, pengalaman, dan dikenal oleh banyak lembaga pendidikan di luar negeri, dan dia berhasil memperkenalkan Islam Nusantara dan Islam Pancasila.
Ide-ide dan pemikirannya telah diapresiasi oleh banyak sarjana dalam dan luar negeri; memiliki self-confidence yang tinggi. Tugas kita bersama untuk menjaga warisan, terutama tradisi intelektual dari Almarhum. Kita berharap dan percaya Prof. Azyumardi Azra diwisuda oleh Allah SWT dengan predikat summa cum laude.”
Sebagai mahasiswa program Phd di Hartford International University (HIU), Hartford, Connecticut, saya sempat beberapa kali berkomunikasi via WhatsApp dengan Almarhum Prof. Azra, terutama tentang pilihan judul penelitian saya, “Diaspora Muslim Indonesia di Amerika” di bulan Juni 2022. Saya juga sempat melamar ke Prof. AA untuk menjadi salah satu Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), setelah beliau terpilih sebagai Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.
Setelah jenazah Almarhum tiba di tanah air, informasi dari Keluarga Besar UIN Syarif Hidayatullah, rencananya akan dikebumikan di Taman Makan Nasional Kalibata karena beliau telah mendapat Bintang Mahaputra dari Presiden Republik Indonesia. Selamat jalan Prof. Azyumardi Azra. (*)

















