Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
NewsNasional

Kurikulum, Lingkungan Hidup dan Social Entrepreneurship

×

Kurikulum, Lingkungan Hidup dan Social Entrepreneurship

Sebarkan artikel ini

Implikasi

Dari ke empat orasi ilmiah tersebut terlihat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Pertama, bagi semua pengambil kebijakan pendidikan di pusat dan di daerah agar kebijakan yang diambil itu tidak “tambal sulam”, dan tidak membuat pendidikan sebagai kelinci percobaan karena jika salah dapat menimbulkan kerugian fatal di masa depan. Karenanya, kebijakan itu: haruslah realistik (masuk akal) sesuai dengan kondiri real yang ada di masyarakat; haruslah lebih aspiratif yang mencerminkan kesesuainnya dengan kepentingan masyarakat luas; haruslah lebih partisipatif yang melibatkan peran aktif semua pihak terkait di pusat dan daerah; haruslah lebih berorientasi pada kepentingan masa depan anak didik, bangsa dan negara; haruslah jelas tahapan-tahapan pelaksanaannya, berkesianmbungan dari apa yang telah ada dengan mengembangkannya, memajukannya, dan membuatnya lebih baik lagi dan lebih berguna bagi masa depan kita bersama.

Ke dua, penerapan kebijakan MBKM haruslah dilihat sebagai bagian dari berbagai kebijakan yang telah diadopsi di masa lalu. Kebijakan “link and matched” misalnya di era Menteri Wardiman, terlihat amat sesuai dengan kebijakan MBKM. Tembok China meski dibangun sejak ribuan tahun lalu, sejak awal abad ke-7 SM, namun tetap diteruskan oleh Dinasti Ming (1368-1644), hingga kini maha karya ini terus dirawat kebesarannya.

Tidak akan pernah lahir satu karya besar satu peradaban jika kita selalu memulai dari yang baru.

Ke tiga, dunia kampus dengan pusat studi lingkungannya, kelihatannya perlu menyiapkan “Guiding Principles on Business and Environment” dengan merujuk pada sejumlah konvensi, treaties, dan deklarasi yang telah diadopsi di mekansisme internasional terutama di bawah payung PBB agar tidak akan terjadi lagi pembiaran penggundulan dan pembakaran hutan di mana pun di negeri ini.

Terakhir, semoga dengan pembenahan kurikulum di semua jenjang, jenis dan jalur pendidikan, merawat kelestarian lingkungan dan alam sekitar, dan pengembangan social entrepreneurship seperti yang telah dilakukan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh, dunia Kampus dapat semakin berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa kini dan ke depan. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics