TOPNEWS1.ONLINE.PANGKEP. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Hasil Program Kerja sebagai rangkaian akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pelaksanaan tujuh program kerja yang telah dijalankan selama 43 hari di Desa Kanaungan.
Seminar hasil dilaksanakan di Kantor Desa Kanaungan dan dihadiri langsung oleh M. Chasyim Hasani, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pendamping Akademik (DPK). Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyampaian hasil kontribusi mahasiswa selama menjalankan berbagai program bersama pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan tujuh program kerja yang telah dilaksanakan berdasarkan potensi, kebutuhan, serta masukan dari masyarakat dan pemerintah Desa Kanaungan.
Program pertama adalah Pembaruan Denah Kantor Desa Kanaungan yang dilaksanakan oleh Naufal Muzakki Ridwan. Program ini menghasilkan rancangan pengembangan kantor desa menjadi dua lantai dengan penambahan fasilitas berupa aula indoor dan ruang ibadah (musala). Rancangan tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran pengembangan kantor desa untuk meningkatkan fungsi dan kenyamanan bagi perangkat desa maupun masyarakat.
Program kedua adalah Pemanfaatan Kulit Udang Menjadi Kaldu Bubuk yang dilaksanakan oleh Diva Nur Tasya Saini. Kegiatan ini dilaksanakan di Baruga Desa Kanaungan dan Kampung Buttue dengan tujuan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil samping perikanan, khususnya kulit udang, menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Program ketiga, Optimalisasi Informasi Pelayanan Publik di Kantor Desa melalui Pembuatan Papan Informasi, dilaksanakan oleh Nurul Hudayah. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai persyaratan dan alur pengurusan administrasi desa secara lebih jelas, sederhana, dan mudah diakses. Keberadaan papan informasi diharapkan dapat mendukung efisiensi pelayanan sekaligus meningkatkan keterbukaan dan transparansi informasi publik di Kantor Desa Kanaungan.
Program keempat adalah Papan Informasi Desa yang dilaksanakan oleh Setya Surya Saputra. Program ini ditujukan untuk menyediakan media informasi yang dapat membantu masyarakat memperoleh berbagai informasi terkait Desa Kanaungan secara lebih mudah. Papan informasi juga diharapkan dapat mendukung keterbukaan informasi serta mempermudah penyampaian informasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Program kelima adalah “EcoArt for Kids: Pelatihan Totebag Ecoprint sebagai Pembelajaran Kreatif Berbasis Lingkungan” yang dilaksanakan oleh Aisyah. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 29 Juli 2026 di SDN 38 Buttue dan 30 Juli 2026 di SDN 32 Ulubatu. Kegiatan di SDN 38 Buttue diikuti oleh seluruh siswa, sedangkan di SDN 32 Ulubatu diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5. Program ini bertujuan mengembangkan kreativitas siswa sekaligus membangun cara pandang terhadap sumber daya alam di sekitar yang dapat dimanfaatkan secara kreatif dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Program keenam adalah Pembuatan Peta Sebaran Sarana dan Prasarana Desa Kanaungan yang dilaksanakan oleh Irwa Kriswandi. Program ini bertujuan menyediakan informasi mengenai persebaran fasilitas desa secara lebih lengkap dan terverifikasi. Peta tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang menemukan lokasi fasilitas umum, sekaligus menjadi data pendukung bagi pemerintah desa dalam pelayanan, administrasi, survei lapangan, dan perencanaan pembangunan desa.
Selain enam program kerja individu tersebut, mahasiswa KKN-T juga melaksanakan program kerja kelompok berupa Pembuatan Papan Nama Perangkat Desa. Program ini dilaksanakan berdasarkan saran dan masukan dari perangkat Desa Kanaungan yang melihat adanya kebutuhan terhadap identitas ruang dan perangkat desa di lingkungan kantor desa. Papan nama tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat mengenali ruang serta perangkat desa yang bertugas, sehingga dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kedatangannya.
Pembuatan papan nama perangkat desa juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan kantor yang lebih tertata, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk respons mahasiswa KKN-T terhadap kebutuhan yang disampaikan langsung oleh perangkat desa, sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan program tidak hanya berdasarkan rancangan awal mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
Ketujuh program kerja tersebut dirancang dengan mengacu pada potensi dan kebutuhan Desa Kanaungan serta mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Selama 43 hari pelaksanaan KKN-T, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, perangkat desa, sekolah, dan masyarakat. Berbagai program yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat terus digunakan setelah masa KKN-T berakhir.
Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Desa Kanaungan selama pelaksanaan KKN-T, M. Chasyim Hasani, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pendamping Akademik bersama mahasiswa KKN-T menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Kanaungan yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Desa. Penyerahan plakat tersebut menjadi simbol kenang-kenangan sekaligus penghargaan atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan selama kegiatan KKN-T berlangsung.
Seminar hasil ini menjadi penutup dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Kanaungan. Melalui tujuh program kerja yang telah dilaksanakan, mahasiswa berharap berbagai inovasi, pengetahuan, produk, serta fasilitas yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah desa serta menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Desa Kanaungan secara berkelanjutan.(Nn).
















