TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang marak terjadi di berbagai daerah mendapat sorotan tajam dari Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid.
Dalam pernyataannya, Presma UINAM mengingatkan pemerintah daerah agar tidak sembrono dalam mengambil kebijakan yang menyangkut langsung kepentingan masyarakat kecil. Hal ini sudah terjadi dibeberapa daerah seperti Kabupaten Pati, Cirebon, Bone, dll.
“Kenaikan PBB yang dilakukan tanpa kajian mendalam dan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat adalah bentuk ketidakpekaan pemerintah daerah. Jangan coba bermain-main dengan rakyat, karena kebijakan semacam ini justru akan menambah beban ekonomi masyarakat,” tegas Zulhamdi.
Menurutnya, kebijakan kenaikan PBB seharusnya mempertimbangkan aspek keadilan sosial, kemampuan ekonomi masyarakat, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Ia menilai, alih-alih meningkatkan pembangunan, kebijakan ini justru berpotensi memperlebar jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah daerah.
“Rakyat sudah cukup terbebani dengan kondisi ekonomi yang belum stabil. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga beban transportasi, sudah membuat kehidupan masyarakat semakin sulit. Ditambah lagi PBB yang melonjak, ini adalah kebijakan yang tidak pro-rakyat,” tambahnya.
Presma UINAM juga menekankan bahwa mahasiswa bersama rakyat akan terus mengawal setiap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Ia menyerukan agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian harus lebih intens mengawasi dan mengevaluasi pemerintah daerah yang menguluarkan kebijakan yang bobrok dan menimbulkan kegaduhan dikalangan masyarakat.
membuka ruang dialog dan mendengar aspirasi rakyat sebelum mengeluarkan keputusan strategis yang berdampak luas.
“Kami mahasiswa tidak akan tinggal diam. Jika pemerintah daerah tetap ngotot menerapkan kebijakan ini tanpa memperhatikan kondisi riil rakyat, maka perlawanan rakyat bersama mahasiswa tidak bisa dihindari,” pungkasnya. (ibe)
















