TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Turnamen sepak bola Sidrap Cup 2026 yang dijadwalkan bergulir awal Juni mendatang mulai menyita perhatian sejumlah pemain profesional nasional.
Salah satunya datang dari kapten PSIM Yogyakarta, Reva Adi Utama, yang menilai turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi antar kampung biasa, melainkan ajang bergengsi yang memiliki atmosfer luar biasa.
Pemain yang kini memperkuat PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026 itu mengaku selalu antusias melihat geliat sepak bola di Sulawesi Selatan. Menurut eks pemain PSM Makassar tersebut, turnamen seperti Sidrap Cup menjadi bukti bahwa fanatisme sepak bola masyarakat Sulsel tidak pernah padam.
“Di Sulsel, fanatisme bolanya luar biasa. Turnamen seperti ini adalah denyut nadi sepak bola kita. Bagi kami pemain Liga 1, turnamen ini adalah panggung silaturahmi sekaligus hiburan berkualitas untuk masyarakat. Meski labelnya tarkam, tensi dan atmosfernya sering kali tidak kalah dengan liga resmi,” ujar Reva.
Pemain kelahiran Makassar, 1 September 1996 itu menyebut Sidrap Cup memiliki nilai tersendiri karena mampu mempertemukan pemain profesional dengan talenta-talenta lokal dalam suasana kompetitif namun tetap penuh kekeluargaan.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang melahirkan pemain-pemain tangguh dengan karakter petarung yang kuat. Karena itu, ia berharap generasi muda di daerah tidak minder meski memiliki keterbatasan fasilitas latihan.
“Harapan saya, adik-adik di daerah jangan pernah merasa kecil hati meski fasilitas mungkin terbatas. Sulsel punya sejarah mencetak pemain-pemain tangguh dengan mental petarung. Jadikan Sidrap Cup atau turnamen lokal lainnya sebagai ajang unjuk gigi, tapi jangan cepat puas,” katanya.
Reva juga mendorong para pemain muda Sulsel untuk memiliki mimpi besar menembus level nasional hingga Timnas Indonesia. Ia menilai keberanian merantau, disiplin, dan kerja keras menjadi modal utama untuk berkembang di sepak bola profesional.
“Saya ingin melihat lebih banyak lagi Ewako-Ewako muda yang berani merantau, disiplin, dan memiliki mimpi besar untuk menembus Tim Nasional,” tambahnya.
Tak hanya berbicara soal atmosfer turnamen, Reva turut menyoroti pentingnya pembinaan usia muda yang berkelanjutan. Menurut pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub Liga 1 itu, kompetisi kelompok umur harus diperbanyak agar pemain muda memiliki jam terbang dan mental bertanding sejak dini.
“Kita butuh lebih banyak kompetisi kelompok umur yang teratur agar match feeling pemain terasah sejak dini. Selain itu, aspek fundamental seperti taktik dasar, gizi, dan pemahaman aturan pertandingan harus diajarkan sejak di SSB,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemain muda Sulsel sejatinya memiliki kualitas individu yang sangat baik. Namun untuk bisa bersaing di level Liga 1, mereka juga harus memahami sistem bermain kolektif serta menjaga disiplin fisik secara ketat.
“Turnamen seperti Sidrap Cup ini sangat bagus untuk mengasah mental kompetisi mereka sebelum masuk ke level profesional,” tandas Reva. (ibe)
















