Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

IPMI Sidrap BKPT UMI Gelar Program Sekolah Binaan di Pelosok Sidenreng Rappang

×

IPMI Sidrap BKPT UMI Gelar Program Sekolah Binaan di Pelosok Sidenreng Rappang

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah terpencil, Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidenreng Rappang (Sidrap) Badan Perguruan Tinggi (BKPT) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar program Sekolah Binaan di SD Negeri 5 Bilokka.

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni sekolah induk dengan 42 siswa serta kelas jauh dengan 38 siswa di Dusun Bukkere, Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dusun Bukkere yang menjadi lokasi kelas jauh terletak sekitar 10 kilometer dari sekolah induk. Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan besar, dengan kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan.

Ketua Umum IPMI Sidrap BKPT UMI, M. Ilham Syukur, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju SD 5 Bukkere membutuhkan waktu tempuh sekitar empat jam berjalan kaki.

“Kami berangkat sekitar pukul 09.00 pagi dan tiba di lokasi pada pukul 14.00 siang setelah melalui jalur yang cukup sulit dilalui,” ujarnya.

Kegiatan ini digagas untuk menjembatani kesenjangan mutu pendidikan antara daerah terpencil dan perkotaan. M. Ilham Syukur menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang atau lingkungan tempat mereka tumbuh. Namun, kondisi fasilitas di lokasi cukup memprihatinkan.

Hanya terdapat satu ruang kelas beratap seadanya, dengan tenaga pendidik yang sangat terbatas. Satu-satunya guru di kelas jauh tersebut adalah Ibu Erni, pendidik honorer yang telah lama mengabdikan diri.

Ibu Erni mengungkapkan bahwa minat belajar anak-anak mulai menurun, dipengaruhi faktor lingkungan, keterbatasan sarana, dan bangunan sekolah.

Meski begitu, kehadiran mahasiswa IPMI Sidrap BKPT UMI memberi semangat baru bagi siswa. “Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami, karena mampu membangkitkan antusiasme anak-anak untuk terus belajar,” ucapnya.

Bagi Ilham, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi juga pelajaran berharga.

“Adik-adik di sana mengajarkan kita bahwa jarak bukanlah penghalang untuk terus belajar. Kebahagiaan sejati tidak diukur dari materi, melainkan dari hal sederhana yang tulus kita rasakan. Saat kita mau peduli, kebahagiaan akan hadir, bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk diri kita sendiri,” katanya.

Ketua panitia, Muhammad Hilal, menambahkan harapannya agar kegiatan ini menjadi program berkelanjutan yang benar-benar membawa manfaat nyata.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar setiap program dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif.

“Ketika hati dan tenaga berpadu untuk tujuan yang sama, sekecil apa pun langkah yang kita ambil akan menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics