TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) akan menjadi tuan rumah pertemuan akbar komunitas Sulsel Berkebun yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025, di Baranti.
Kegiatan ini akan dipusatkan di halaman pribadi milik anggota DPRD Sulsel, H. Zulkifli Zain atau yang akrab disapa H. Pilli.
Pertemuan tersebut menjadi momentum spesial karena bertepatan dengan Milad ke-7 komunitas Sulsel Berkebun. Komunitas ini telah berkembang pesat sejak pertama kali dibentuk oleh Ibrahim Tally di Takalar tujuh tahun lalu.
Hingga kini, jumlah anggotanya tercatat mencapai 629 orang dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari petani, ASN, dosen, politisi, hingga pengusaha.
Menurut H. Pilli, acara ini bukan hanya soal memperingati ulang tahun komunitas, tetapi juga menyatukan gagasan-gagasan terbaik dalam dunia pertanian.
“Ini bukan hanya soal kebun, ini soal bagaimana petani kita bisa merdeka. Kita ingin petani memahami ilmunya, mencoba langsung di lapangan, dan menjadi ahli di tanahnya sendiri,” ujar H. Pilli saat ditemui di lokasi persiapan acara.
Pertemuan ini juga akan menghadirkan pakar perkebunan dari Kediri, Agus Joko Susilo, yang dikenal sebagai ahli alpukat dan lengkeng.
Ia akan menyampaikan materi-materi teknis seperti kultur jaringan, partenokarpi, teknik grafting, hingga manipulasi hormon untuk percepatan pembungaan.
Agus juga akan mengulas pentingnya keseimbangan unsur hara seperti rasio kalium-magnesium (K-Mg) serta pH tanah dalam pembentukan rasa buah.
Namun demikian, H. Pilli menegaskan bahwa pertemuan ini tidak akan berlangsung dalam suasana formal.
“Kita ingin diskusi ini santai, berlangsung di bawah pohon, sambil melihat langsung bagaimana kebun bekerja. Kita ingin ilmu itu bukan hanya didengar, tapi juga disentuh,” tambahnya.
H. Pilli selama ini dikenal sebagai politisi yang sangat dekat dengan dunia pertanian. Di halaman rumahnya, ia membangun kebun percobaan lengkap dengan sistem irigasi tetes berbasis sensor, beragam varietas buah unggulan, dan pengujian pupuk serta mikroba.
Ia berharap, pertemuan ini dapat memberikan semangat baru bagi para anggota komunitas dan petani secara umum.
“Kalau hari ini kita bisa tanam gagasan, besok-besok kita bisa panen perubahan,” tutupnya.
Panitia juga mengundang Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif untuk hadir membuka kegiatan ini secara resmi.
Acara dirancang tanpa seremonial berlebihan, melainkan fokus pada pertukaran ilmu, pengalaman, dan upaya membangun kemandirian pertanian berbasis komunitas. (Ibe)

















