Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Nasional

Festival Etnik Religi Tolikara Dapat Apresiasi Wamenpar, Berpeluang Jadi Agenda Nasional

×

Festival Etnik Religi Tolikara Dapat Apresiasi Wamenpar, Berpeluang Jadi Agenda Nasional

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, JAKARTA — Festival Etnik Religi Tolikara yang akan digelar di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Nilu Puspa. Ia menilai festival tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu agenda pariwisata berskala nasional apabila mampu dikemas secara menarik dan sukses dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut disampaikan Wamenpar Nilu Puspa di sela kunjungan kerjanya di Bali, saat mendampingi Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Menurut Nilu, Kementerian Pariwisata memberikan perhatian terhadap berbagai inisiatif pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi wisata berbasis kekayaan lokal.

Ia menilai Festival Etnik Religi Tolikara menjadi salah satu contoh keberanian pemerintah daerah dalam mengeksplorasi kekuatan budaya, tradisi, religi, dan kehidupan masyarakat sebagai daya tarik wisata.

“Festival etnik religi yang akan digelar di Tolikara, Papua Pegunungan, ini dari segi budaya cukup menjanjikan. Kita lihat saja nanti bagaimana kemasan yang disuguhkan oleh panitia dan tentu masyarakat setempat,” ujar Nilu.

Mantan jurnalis Kompas TV tersebut mengatakan, kekuatan sebuah festival tidak hanya terletak pada besarnya acara, tetapi juga pada kemampuan daerah mengangkat identitas dan karakter lokal menjadi pengalaman yang menarik bagi wisatawan.

Karena itu, Festival Etnik Religi Tolikara dinilai memiliki peluang untuk menjadi momentum memperkenalkan Tolikara secara lebih luas, bukan hanya kepada wisatawan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara.

Bisa Dorong Ekonomi dan PAD

Nilu Puspa juga berharap langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata yang berbeda. Jika dikelola secara kreatif, potensi tersebut dapat menjadi magnet kunjungan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh daerah lain. Bagaimana daerah berani mengeksplorasi potensi yang dimiliki sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun asing,” katanya.

Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan pada akhirnya dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah, mulai dari sektor UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, akomodasi, kuliner hingga produk-produk kerajinan masyarakat.

Dampak tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila ekosistem pariwisata dibangun secara berkelanjutan.

Apresiasi untuk Bupati dan Wakil Bupati Tolikara

Secara khusus, Nilu Puspa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, khususnya Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Tolikara, yang dinilai berani menghadirkan konsep kegiatan yang berbeda.

Ia menyebut gagasan tersebut sebagai langkah out of the box dalam membangun promosi pariwisata daerah.

“Terima kasih untuk pemerintah setempat, dalam hal ini bupati dan wakil bupati Tolikara yang out of the box dan merancang kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Nilu, keberanian pemerintah daerah untuk mengangkat budaya lokal melalui sebuah festival merupakan modal penting dalam membangun branding destinasi.

Apalagi Tolikara memiliki karakter budaya Papua Pegunungan yang kuat dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan, tradisi, seni, serta kearifan lokal masyarakat Papua.

Peluang Masuk Kalender Event Nasional

Lebih jauh, Wamenpar Nilu Puspa membuka peluang Festival Etnik Religi Tolikara dapat berkembang menjadi event yang masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional.

Namun, peluang tersebut tentu sangat bergantung pada keberhasilan penyelenggaraan, kualitas kemasan acara, konsistensi pelaksanaan, serta kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat menjaga daya tarik festival dari tahun ke tahun.

“Jika sukses, bukan tidak mungkin akan menjadi event nasional dan masuk dalam kalender event Kementerian Pariwisata RI,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara yang tengah mempersiapkan Festival Etnik Religi Tolikara.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi panggung kebudayaan Papua Pegunungan, ruang promosi potensi daerah, sekaligus pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat Tolikara.

Dengan dukungan masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah daerah, Festival Etnik Religi Tolikara diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar.

Jika konsisten dikembangkan dan mampu memenuhi standar penyelenggaraan event pariwisata nasional, festival tersebut berpeluang membawa nama Tolikara dan Papua Pegunungan ke panggung pariwisata Indonesia. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics