Dr Ishak Kenre: Ada 4 Tahapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Sidrap

  • Whatsapp
juru bicara pelaksana vaksinasi Covid-19 Pemkab Sidrap, Dr Ishak Kenre SKM MKes

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sidrap, tengah berlangsung. Saat ini kegiatan vaksinasi tahap I sudah hampir rampung.

Itu artinya, tim vaksinator Pemkab Sidrap bersiap melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap II dengan sasaran yang telah ditentukan.

Bacaan Lainnya

Menurut juru bicara pelaksana vaksinasi Covid-19 Pemkab Sidrap, Dr Ishak Kenre SKM MKes, ada empat tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sidrap.

Menurutnya, untuk kalangan masyarakat umum, akan dilakukan vaksinasi pada tahap IV atau tahap akhir.

Pada gilirannya, kata Dr Ishak, tim akan memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum dengan perlakuan yang sama dengan pelayanan vaksin sebagaimana tahap I, II dan III.

“Apa yang peting diketahui oleh masyarakat umum yakni tim vaksinator akan bekerja secara profesional dengan mempedomani ketentuan yang telah ada. Jadi tetap mengikuti alur pelayanan Vaksinasi Covid-19,” kata Dr Ishak

Menurutnya, masyarakat umum nantinya tidak perlu kuatir. Sebab, menurut Dr Ishak, tidak semua masyarakat umum serta merta langsung di suntik. Menurutnya, masyarakat yang akan divaksin terlebih harus dipastikan sehat atau layak di vaksin

“Jadi tidak semua atau langsung di vaksin ya, kalau tidak lolos skrining oleh tenaga medis, pasti dokter yang bertanggung jawab tidak akan mengizinkan yang bersangkutan untuk maju ke meja vaksin. Itu pasti,” kata Dr Ishak.

Sebagai bukti, beber Dr Ishak, pada kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap I 2021 ini, terdapat 491 orang yang tidak di vaksin meski telah terdata. Alasannya, karena mereka dinyatakan komorbid alias memiliki penyakit penyerta yang tak terkontrol, ada penyakit beratnya, termasuk ibu-ibu hamil dan yang masih menyusui

“Tidak hanya itu, pada vaksinasi tahap I itu, juga terdapat 245 orang yang terpaksa kita tunda pemberian vaksinnya. Lagi-lagi karena adanya pertimbangan secara medis sehingga diberikan waktu selama 14 hari sebagaimana berbasis sistem Pcare untuk kembali ke Fasyankes dan mengikuti kembali alur pelayanan termasuk melalui skirining lagi, baru bisa divaksin apabila dinyatakan lolos atau layak,” ujarnya. (mds/ibe)

Editor: Ibrahim

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *