TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Semangat persatuan dan perjuangan kembali digaungkan dari Monumen Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, generasi muda Sidrap meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, serta mengambil peran nyata dalam mewujudkan masa depan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembacaan Deklarasi Monumen Ganggawa Pemuda Sidenreng Rappang Tahun 2026 oleh Bung Anwar, Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam kegiatan Tudang Sipulung Kebangsaan: Forum Dialog Terbuka Pemuda Sidrap 2026.
Pembacaan deklarasi ini bukan sekadar rangkaian seremonial peringatan Hari Sumpah Pemuda. Lebih dari itu, ikrar tersebut menjadi pernyataan sikap sekaligus komitmen moral generasi muda untuk berkontribusi melalui gagasan, kreativitas, kepedulian sosial, dan kerja nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri para pemimpin daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemahasiswaan (Ormawa), pelajar, serta berbagai komunitas pemuda se-Kabupaten Sidrap.
Pemilihan Monumen Ganggawa sebagai lokasi pembacaan deklarasi memiliki makna historis yang mendalam. Monumen yang berada di jantung Kota Pangkajene itu menjadi pengingat perjalanan perjuangan rakyat Sidenreng Rappang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Nama Ganggawa berkaitan dengan Badan Perjuangan Ganggawa yang dibentuk di Rappang pada 20 November 1945 dan dipimpin oleh A. Cammi, yang dikenal pula dengan nama Hamidong. Gerakan tersebut menjadi bagian dari perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan dari upaya kembalinya kekuasaan kolonial.
Di tempat yang menyimpan jejak keberanian dan pengorbanan para pendahulu itu, generasi muda Sidrap kembali menyuarakan pesan bahwa perjuangan tidak berhenti ketika kemerdekaan berhasil diraih. Perjuangan masa kini harus diteruskan melalui upaya menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kemandirian ekonomi, melestarikan lingkungan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan dan keberanian, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui karya, integritas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Dalam naskah deklarasi yang dibacakannya, Bung Anwar menyampaikan tujuh butir komitmen pemuda Sidenreng Rappang yang menjadi landasan gerakan kepemudaan ke depan.
Deklarasi tersebut berlandaskan semangat Sumpah Pemuda serta nilai-nilai kearifan lokal Bugis, yakni *sipakatau, sipakalebbi,* dan *sipakainge* yang berarti saling memanusiakan, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menghormati perbedaan, dan mengedepankan kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan daerah.
Butir pertama menegaskan kesiapan pemuda untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan visi Sidrap Maju dan Sejahtera. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi hadir sebagai mitra strategis, penggerak perubahan, sekaligus bagian dari solusi.
Butir kedua menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, menumbuhkan kebersamaan, dan merawat persaudaraan dalam keberagaman. Persatuan menjadi modal sosial yang sangat penting untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Pada butir ketiga, pemuda menyatakan komitmen memperkuat kemandirian ekonomi melalui kreativitas, inovasi, produktivitas, dan daya saing. Komitmen ini menegaskan pentingnya membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, serta menciptakan lapangan kerja.
Butir keempat mengarahkan gerakan pemuda pada pembangunan desa, pelestarian lingkungan, dan perjuangan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Pemuda diharapkan mampu hadir hingga ke tingkat akar rumput, memahami kebutuhan warga, dan mengambil bagian dalam penyelesaian persoalan di lingkungannya.
Selanjutnya, butir kelima menegaskan tekad untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, peduli, dan bebas dari narkoba. Generasi muda yang berkualitas bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Butir keenam menegaskan komitmen mengawal aspirasi pemuda agar berkembang menjadi gagasan, melahirkan solusi, dan diwujudkan melalui kebijakan maupun gerakan nyata. Aspirasi generasi muda diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi masukan konstruktif dalam proses pembangunan daerah.
Sebagai penutup, butir ketujuh menegaskan kesiapan pemuda menjadi pelopor perubahan, penggerak persatuan, dan penyempurna orkestrasi pembangunan daerah menuju Sidenreng Rappang yang maju dan sejahtera.
Ketujuh butir deklarasi tersebut saling berkaitan. Persatuan menjadi fondasi, kemandirian menjadi kekuatan, kepedulian menjadi orientasi, sedangkan kolaborasi dan pengawalan aspirasi menjadi jalan untuk menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.
Semangat deklarasi tersebut sejalan dengan tema Tudang Sipulung Kebangsaan 2026, yakni “Mimbar Suara Pemuda: Dari Gagasan Menjadi Gerakan, Dari Aspirasi Menjadi Kebijakan, untuk Sidrap Maju dan Sejahtera.”
Melalui forum dialog terbuka ini, pemuda memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan, mengidentifikasi persoalan, menawarkan gagasan, serta membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat dikonsolidasikan menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dan DPRD.
Dengan demikian, deklarasi yang dibacakan di Monumen Ganggawa tidak berdiri sendiri. Ikrar tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam pembangunan dan memastikan suara generasi muda memperoleh ruang dalam proses pengambilan keputusan.
Namun, makna sesungguhnya dari sebuah deklarasi terletak pada tindak lanjutnya. Komitmen yang telah diucapkan perlu diterjemahkan menjadi program dan gerakan yang terukur, mulai dari penguatan organisasi kepemudaan, pengembangan kewirausahaan, kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga keterlibatan aktif dalam menjawab persoalan masyarakat.
Pemuda juga diharapkan terus membangun budaya dialog yang sehat, berani menyampaikan kritik, santun dalam perbedaan, terbuka terhadap masukan, dan konsisten menawarkan solusi. Dengan cara tersebut, suara pemuda dapat menjadi kekuatan konstruktif yang mendorong pembangunan daerah agar semakin partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pembacaan Deklarasi Monumen Ganggawa Pemuda Sidenreng Rappang Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup dirayakan melalui upacara dan slogan. Semangat tersebut harus hidup dalam perilaku, keputusan, serta tindakan nyata setiap generasi.
Dari Monumen Ganggawa, pemuda Sidrap menyampaikan pesan bahwa persatuan harus terus dirawat tanpa kehilangan daya kritis, kolaborasi harus diperkuat tanpa meninggalkan idealisme, dan perubahan harus diperjuangkan dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama.
Di tengah perubahan zaman dan kompleksitas persoalan sosial, Sidrap membutuhkan generasi muda yang tidak hanya lantang berbicara, tetapi juga bersedia bekerja. Generasi yang tidak hanya mampu mengkritik, tetapi juga menawarkan alternatif. Generasi yang tidak sekadar menginginkan perubahan, tetapi berani mengambil bagian dalam mewujudkannya.
Komitmen tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen daerah tentang pentingnya memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan kepada pemuda untuk berkembang sebagai mitra strategis pembangunan.
Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat hari ini, tetapi juga oleh sejauh mana generasi mudanya dipersiapkan, dilibatkan, dan diberi kesempatan untuk berkontribusi.
Dari Monumen Ganggawa, pemuda Sidenreng Rappang meneguhkan tekad untuk merawat warisan perjuangan, menjaga persatuan, mengawal aspirasi, dan menggerakkan perubahan demi terwujudnya Sidrap yang lebih maju dan sejahtera. (*)
















