TOPNEWS1.ONLINE, PINRANG – Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Trichokompos Goes Market: Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Inovasi dan Ekspansi Pasar Pupuk Organik”.
Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dalam upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam bidang pertanian berkelanjutan.
Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Petani
Kegiatan PKM ini difokuskan pada penerapan mesin pencacah bahan organik (chopper) sebagai bentuk teknologi tepat guna (TTG) yang membantu petani mempercepat proses penghancuran bahan baku kompos seperti jerami, batang jagung, dan gulma pertanian.
Sebelumnya, petani di Kelompok Tani Perisai Desa Paria mengalami kendala dalam proses pembuatan kompos karena pencacahan bahan masih dilakukan secara manual, memakan waktu lama, dan tenaga besar.
Dengan hadirnya mesin pencacah, waktu pencacahan dapat ditekan hingga 70% lebih efisien, sementara ukuran bahan hasil cacahan menjadi lebih halus dan homogen sehingga mempercepat proses pengomposan.
Ketua Tim Pelaksana, [Rifni Nikmat Syarifuddin, S.P., M.Si.], menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu petani beralih ke sistem produksi kompos yang lebih modern dan efisien.
“Melalui penerapan teknologi sederhana seperti mesin pencacah ini, petani bisa menghemat waktu, tenaga, dan meningkatkan kualitas pupuk organik yang mereka hasilkan,” ujarnya. (ibe)

















