SIDRAP — Di tengah tantangan ekonomi nasional dan persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah pusat, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) justru mencatat sejarah membanggakan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo berhasil meraih Penghargaan Terbaik I Regional Sulawesi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Penghargaan itu sekaligus membawa insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Bagi banyak pihak, penghargaan ini bukan sekadar trofi seremonial. Prestasi tersebut dianggap sebagai buah dari kepemimpinan yang mengedepankan kerja nyata, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Sejak memimpin Sidrap, Syahar sapaan akrab Syaharuddin Alrif dikenal aktif mendorong program-program pro rakyat, terutama pada sektor pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Hasilnya mulai terlihat nyata. Data menunjukkan angka kemiskinan Sidrap berhasil ditekan menjadi 4,91 persen pada 2025, salah satu yang terendah di Sulawesi Selatan, sekaligus capaian terbaik Sidrap dalam satu dekade terakhir.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga terus menggenjot langkah percepatan penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor.
Salah satu gerakan yang menjadi perhatian ialah program “Satu Telur Setiap Hari”, bagian dari inisiatif Sidrap Free Stunting yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, hingga dukungan sektor swasta guna memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.
Dalam berbagai kesempatan, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan dunia usaha untuk membangun Sidrap yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. Semangat kolaboratif inilah yang disebut banyak pihak menjadi salah satu kekuatan besar Sidrap hari ini.
Kini, penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa perubahan bisa dicapai melalui komitmen dan kerja kolektif.
Dari daerah agraris penghasil pangan, Sidrap menunjukkan bahwa keberhasilan melawan kemiskinan dan stunting bukan mimpi, melainkan hasil dari kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, Bupati Syaharuddin Alrif tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga membawa harapan baru bahwa Sidrap bisa menjadi contoh daerah yang bergerak cepat, bekerja nyata, dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.(Ibe)
















