TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengumpulkan seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Sidrap di Aula Saromase Kompleks SKPD, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan komitmen pemerintah desa dan kelurahan dalam menjaga tren positif sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Munasri, para camat, serta sejumlah undangan lainnya. Dalam suasana penuh semangat, Bupati menegaskan pentingnya peran pemerintah desa dan kelurahan dalam mengawal berbagai program pertanian agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Syaharuddin menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi andalan utama Kabupaten Sidrap. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, terutama terkait pola tanam yang belum serentak akibat kendala ketersediaan air di beberapa wilayah.
“Pertanian menjadi andalan kita. Ada beberapa kendala, terutama masalah penanaman yang belum serentak karena dampak masalah air, khususnya di wilayah Tellu Limpoe, Maritengngae, dan Panca Lautang,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pendukung. Salah satunya melalui program listrik masuk sawah yang kini memasuki tahap pemasangan jaringan setelah seluruh proses pengeboran rampung dilaksanakan.
Menurut Syaharuddin, pemasangan listrik untuk prioritas pertama telah selesai sepenuhnya. Sementara untuk prioritas kedua dan ketiga, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, termasuk pengiriman tiang listrik yang akan dikerjakan oleh PT PLN selama Juni hingga Juli mendatang.
Selain itu, Bupati memaparkan sejumlah program unggulan pertanian tahun 2026 yang menjadi fokus pemerintah daerah. Program tersebut meliputi cetak sawah rakyat, optimalisasi lahan rawa, optimalisasi lahan nonrawa, hingga pembangunan irigasi tersier guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Ia optimistis musim tanam kedua dapat berjalan sesuai target sehingga panen bisa dimulai pada Agustus hingga September tahun ini.
“Musim tanam kedua kita berharap semuanya bisa terkejar dan panen pada Agustus atau September. Kalau saya amati, kemungkinan awal Agustus sudah mulai panen,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga mengingatkan desa-desa yang telah berhasil menjalankan program Indeks Pertanaman (IP) 300 agar terus mempersiapkan pelaksanaannya. Program tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sidrap.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa periode September hingga Desember akan menjadi fase penting dalam pengaturan produksi dan penyerapan hasil panen petani. Untuk itu, pemerintah daerah akan kembali melakukan koordinasi bersama Bulog dan Perpadi guna memastikan harga tetap stabil serta hasil panen terserap dengan baik.
“Ini penting sekali karena saya akan rapat ulang dengan Bulog dan Perpadi untuk menata soal harga serta serapan panen. Kalau tidak ditata, harga bisa bagus seperti musim tanam kemarin, tetapi serapannya harus dipastikan,” jelasnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap seluruh kepala desa dan lurah dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung program pertanian, sehingga produktivitas terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin terangkat. (ibe)
















