Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
JENEPONTO

Banjir Kembali Terjadi di Jeneponto: PRESMA UINAM Angkat Bicara, Ingatkan Pemerintah Daerah

×

Banjir Kembali Terjadi di Jeneponto: PRESMA UINAM Angkat Bicara, Ingatkan Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, JENEPONTO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, selama dua hari terakhir kembali menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan, termasuk Rumbia.

Hingga Sungai Kelara meluap, dan terdapat sebuah rumah panggung di Desa Bontotiro nyaris hanyut terbawa aliran banjir, serta ada 5 orang sekeluarga dievakuasi oleh tim gabungan BPBD-Polri.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Peristiwa ini tidak hanya terjadi pada tahun ini, akan tetapi pada tahun 2018 peristiwa semacam ini sudah terjadi dan jauh lebih besar.

Ini menandakan bahwa pemerintah tidak cukup serius dalam menangani banjir, karena pola penanganan kita tidak banyak berubah secara signifikan.

Menanggapi musibah ini, Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (PRESMA UINAM) sekaligus putra daerah Jeneponto, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyampaikan keprihatinannya sekaligus mendesak pemerintah daerah agar lebih sigap dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.

“Banjir ini bukan yang pertama kali terjadi. Ini menunjukkan bahwa ada persoalan serius dalam manajemen lingkungan dan infrastruktur di Jeneponto. Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan, bukan hanya respons darurat,” ujar Zulhamdi dalam pernyataan tertulis, Sabtu (6/7).

Zulhamdi juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan tata ruang wilayah yang dinilai belum adaptif terhadap perubahan iklim dan peningkatan intensitas hujan.

Ia mengingatkan bahwa banjir yang terus berulang bukan hanya menjadi beban masyarakat, tetapi juga mencerminkan lemahnya antisipasi kebijakan pemerintah daerah.

“Kami Dewan Eksekutif mahasiswa UIN Alauddin Makassar akan terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan lingkungan seperti ini. Banjir bukan sekadar bencana alam, tapi juga akibat dari kelalaian struktural,” tambahnya.

Sementara itu, warga yang terdampak mulai mengungsi ke tempat-tempat aman, seperti ke rumah tetangga dan keluarga yang jauh dari lokasi banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto tengah melakukan pendataan korban serta menyalurkan bantuan logistik.

Banjir yang berulang ini menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga akademik untuk merancang solusi jangka panjang berbasis data dan riset. PRESMA UINAM menyerukan kolaborasi yang lebih erat guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
1
+1
1
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics