TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Pemenuhan pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
Keamanan pangan merupakan issu yang setiap saat menjadi permasalahan di dalam kehidupan masyarakat terutama keamanan jajaran anak usia sekolah.
Hal itu mengingat anak usia sekolah adalah kelompok usia yang sangat rentan terpapar dari makanan yang berbahaya baik segi hygiene sanitasi maupun dari segi kemungkinan penggunaan bahan berbahaya yang dilarang digunakan pada makanan.
Oleh karena itu, dalam rangka intervensi keamanan pangan terpadu program desa jajanan anak usia sekolah dan basis komunitas, Balai POM di Makassar melakukan pertemuan lintas sektor di Kabupaten Sidrap, Kamis, 15 April 2021.
Acara tersebut berlangsung di Ball Room Al Goni Hotel Grand Zidny Jalan M. Junaid No 11 Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap.
Hadir dalam acara itu, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Makassar Dra. Hardaningsih Apt., MHSM, Bupati Sidrap Yang diwakili oleh Asisten I, dan diikuti oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah Sidrap.
Hadir pula perwakilan Kepala Desa, perwakilan Kepala SD, SMP, SMA dan SMK serta perwakilan pengawas SD Hj.Sadariah, Pengawas SMP Drs. H. Lukman, S.Pd., M.Si dan pengawas SMA Muhammad Alimin, S.Pd., M.Si.
Kepala Balai BPOM di Makassar Dra. Hardaningsih Apt., MHSM, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membentuk komitmen dan sinergisme dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan program prioritas nasional keamanan pangan terpadu di Sidrap.
Pada kesempatan ini, Bupati Sidrap yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sidrap Andi Muhammad Faisal Bahruddin SH. M.Si, yang sekaligus sebagai pelaksana tugas Kadis Dikbud Sidrap mengatakan bahwa pemkab Sidrap sangat mengapreasiasi pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada BPOM di Makassar atas dipilihnya Sidrap sebagai salah satu dari lima daerah di Sulawesi Selatan sebagai peserta penilaian keamanan pangan jajanan anak usia sekolah, desa pangan aman dan intervensi pasar aman dari berbasis komunitas,” tandasnya. (mds/ibe)
















