TOPNEWS1.ONLINE, BONE – Sejumlah anggota kelompok tani di Desa Kampoti, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan belum diterimanya dana Program Brigade yang disebut-sebut telah dicairkan.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan petani yang hingga kini masih menunggu kepastian terkait penyaluran dana tersebut.
Salah seorang anggota kelompok tani yang enggan disebutkan namanya mengaku heran karena informasi yang beredar menyebutkan dana program tersebut sudah turun.
Namun, hingga saat ini para petani belum menerima hak mereka sebagaimana yang diharapkan.
“Kami berharap Ketua Brigade Desa Kampoti dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses pencairan hingga realisasi dana tersebut. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman dan keterlambatan yang bisa menghambat kegiatan pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar para petani mengetahui secara jelas alur penggunaan dana yang memang diperuntukkan bagi kepentingan kelompok tani.
Ia juga meminta agar pihak terkait tidak menutup-nutupi informasi yang menjadi hak para penerima manfaat.
Selain itu, ia berharap instansi yang berwenang segera melakukan pengecekan ulang guna memastikan dana Program Brigade benar-benar telah disalurkan sesuai aturan dan peruntukannya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dua Boccoe, Muh Rizal, saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa dana yang turun melalui Program Brigade memang harus diserahkan kepada kelompok tani sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dana yang turun ke Brigade harus diserahkan ke kelompok tani sebesar Rp900 ribu per hektare. Itu dilakukan apabila secara teknis pekerjaan di lokasi sudah selesai, dengan tujuan untuk dijadikan dokumentasi,” jelas Muh Rizal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua Brigade Desa Kampoti belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh anggota kelompok tani tersebut. Para petani berharap ada kejelasan secepatnya agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah upaya mereka menjalankan aktivitas pertanian. (tam)
















