Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Andi Rukman NK: Pembangunan Enrekang 2 Tahun Terakhir, Ini Penjelasannya

×

Andi Rukman NK: Pembangunan Enrekang 2 Tahun Terakhir, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Andi Rukman Nurdin Karumpa putra Daerah Kabupaten Enrekang pengusaha kondang ketua Hikma Pusat datang dari Jakarta membawa sejawatnya dari Kaltim, Kalimantan Utara dan Makassar untuk meramaikan hari jadi Enrekang ke 62 Sabtu 19 Pebruari 2022 di alun-alun lapangan Batili.

Usai prosesi Harla Andi Rukman Nurdin Karumpa di sambangi para wartawan, mempertanyakan bagaimana melihat pekembangan pembangunan di Kabupaten Enrekang di Periode ke 2 Bupati Muslimin Bando.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dia mengaku mengapresiasi apa yang di ucapkan Muslimin Bando saat membawakan kata sambutan nya tadi yang mengawali pembangunan nya dari Desa Ke Kota namun di saat Pandemik melanda Dunia sampai ketanah air 2020,2021,2022.

Kondisi keuangan Daerah mengalami recofusing sebagian anggaran OPD di alihkan kesitu sehingga Pembangunan Fisik tidak kelihatan nampak bahkan ekonomi masyarakatpun mengalami kemerosotan akibat adanya pembatasan aktivitas.

Lebih lanjut mengatakan, kedatangan dia kesini selain menghadiri Hut Enrekang rasa prihatin terhadap persoalan PTPN XIV dengan petani penggarap yang ada di Maiwa, Maroanging.

Ada rencana ingin melakukan pertemuan dengan Bupati,Wabup, Sekda para Anggota Dewan,Ketua DPRD, Kabupaten DPRD provinsi unsur masyarakat, Gubernur, dan pemerhati duduk bersama berdialog membahas persoalan ini.

“Disini kita tidak berbicara hukum tetapi berbicara hati nurani,untuk mencari Solusi kalau bisa di komunikasikan dengan baik .antara Masyarakat dengan pihak PTPN supaya program pemerintah berjalan dengan baik tanpa menyepelekan hak dan kewajiban rakyat,”ungkapnya.

Dia mengaku dari Hikma meminta kepada Pemda menyiapkan beberapa solusi supaya masyarakat yang ada di Maiwa yang sudah terlanjur menggarap di lahan PTPN benar-benar tidak di gusur.

“Nah Bupati berjanji tidak akan ada rumah di gusur miris juga tanaman perkebunan masyarakat yang menghasilkan sudah tergusur oleh PTPN,” ujarnya.

Dia mengaku menyesali mengapa ada tindakan seperti ini, lirihnya “seharusnya pihak PTPN memetakan lahan yang 3000 itu jangan serta merta melakukan penggusuran.

Menurutnya, tanam di belakang dulu sembari bernegosiasi kalau telah tumbuh sawitnya petani bisa menanam disela-sela tanaman sawit apakah itu jagung atau jenis tanaman lain yang bisa membantu kehidupan sehari-hari.

“Bahkan pemda akan membantu pupuk dan bibit, kita berharap petani bisa di libatkan dalam pengembangan Perkebunan PTPN, namun demikian,” ucapnya.

Menurut dia, hal ini perlu di bicarakan yang selama ini tidak terkomunikasikan ‘ayo sumbangkan ide atau gagasan buat pemerintah daerah demi mensejahterakan masyarakat.

“Kalau bisa saya akan ketemu dewan kabupaten maupun Provinsi bentuk tim kita ke Jakarta Hikma siap menfasilitasi bertemu DPR I. komisi 6 yang membidangi hal ini dengan tiga kementrian, BUMN, Agraria, Keuangan yang menangani PEN,
kalau bisa di selesaikan dengan baik supaya masyarakat merasa nyaman bekerja di lahan yang mereka garap tanpa ada tekanan lagi,” ucapnya. (Andi Erna / Mbasir)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics