TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi harus menjadi tokoh masyarakat yang mampu memberi teladan serta menghadirkan manfaat nyata melalui pelayanan dan pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan ASN Kemenag Level Up 2026 di Makassar yang diikuti jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala bidang, pejabat, serta ASN Kemenag se-Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan itu, Menteri Agama didampingi Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H. Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan beserta jajaran, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel, serta Ketua Komisi Informasi Sulawesi Selatan.
Dalam arahannya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa setiap ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang memberi dampak positif di tengah masyarakat.
“ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang membawa dampak positif. Kehadiran kita harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui pelayanan maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Menag juga mengingatkan para pimpinan agar tidak hanya fokus pada pencapaian target pekerjaan, tetapi memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan pegawai. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memberikan motivasi dan solusi agar bawahannya memiliki masa depan yang lebih baik, termasuk melalui perencanaan keuangan untuk memiliki rumah.
“Bila direncanakan dengan baik, insya Allah semua bisa diwujudkan. Pemimpin harus hadir memberikan semangat dan solusi bagi stafnya agar memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Menag turut menggagas pentingnya menjaga ikatan persaudaraan keluarga besar Kementerian Agama hingga akhir hayat. Ia mengusulkan adanya kawasan pemakaman bersama sebagai simbol kuatnya kebersamaan.
“Kalau suatu saat kita berziarah, cukup datang ke satu kawasan, di sana kita bisa mendoakan banyak sahabat dan keluarga besar Kementerian Agama. Ini bukan sekadar soal tempat, tetapi tentang menjaga ikatan persaudaraan hingga akhir kehidupan,” katanya.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa setiap pejabat Kementerian Agama secara otomatis merupakan tokoh masyarakat. Karena itu, integritas, perilaku, dan kualitas pelayanan harus terus dijaga.
“Ketika pejabat Kementerian Agama tidak lagi dihormati masyarakat, maka citra Kementerian Agama juga ikut menurun. Karena itu, sikap, perilaku, dan pelayanan harus menjadi contoh yang baik,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar setiap kantor Kementerian Agama menjadi pusat pembinaan karakter dan spiritualitas pegawai. Menurutnya, salat berjamaah bagi pegawai Muslim serta pembinaan rohani bagi pemeluk agama lain perlu menjadi bagian dari budaya kerja.
“Tempat kerja jangan hanya menjadi ruang menyelesaikan administrasi, tetapi juga menjadi tempat membangun karakter dan spiritualitas pegawai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak ASN melibatkan keluarga dalam kehidupan pekerjaan. Anak-anak, menurutnya, sesekali perlu diajak ke kantor agar memahami nilai pengabdian orang tua kepada negara.
“Biarkan anak-anak melihat bagaimana ayah atau ibunya bekerja melayani masyarakat. Mereka juga perlu mengetahui perjuangan para sopir maupun petugas lainnya yang terkadang harus bekerja hingga terlambat makan demi menyelesaikan tugas pelayanan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Menag mendorong setiap satuan kerja menggelar kegiatan kebersamaan bersama keluarga besar kantor sedikitnya sekali dalam setahun. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk mempererat kekompakan tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.
Dalam aspek pengabdian sosial, ia meminta seluruh ASN Kementerian Agama lebih aktif turun langsung membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti mengunjungi panti asuhan dan aksi kemanusiaan lainnya.
“Kementerian Agama harus benar-benar hadir dan berdampak bagi masyarakat. Jangan hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan,” pesannya.
Menag juga mengingatkan pentingnya membangun solidaritas tanpa memandang jabatan. Menurutnya, seorang pejabat harus hadir dalam berbagai momen seluruh pegawai, termasuk petugas kebersihan, sopir, maupun tenaga pendukung lainnya.
“Jangan hanya datang pada acara pejabat. Hadirilah juga acara cleaning service, sopir, dan seluruh teman sejawat. Di situlah tumbuh rasa persaudaraan dan saling menghargai,” ungkapnya.
Kegiatan ASN Kemenag Level Up 2026 di Makassar menjadi momentum penguatan budaya kerja Kementerian Agama yang profesional, humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui arahan tersebut, Menteri Agama berharap seluruh ASN Kementerian Agama semakin memperkuat solidaritas, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Ibe)
















