TOPNEWS1.ONLINE, PINRANG — Dalam semangat membangun pertanian berkelanjutan, dosen dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian menggagas pelatihan inovatif di Pekkabata, Kabupaten Pinrang.
Fokus kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah jagung seperti jerami dan tongkol yang selama ini terabaikan, menjadi pakan ternak bernilai tinggi.
Pelatihan yang digelar pada Sabtu (12/7) ini diikuti puluhan petani dan peternak lokal.
Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah jagung melalui teknik pencacahan, fermentasi, dan pencampuran bahan tambahan untuk menghasilkan pakan berkualitas.
“Potensi limbah jagung sangat besar di daerah ini, namun belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi praktis dan teknologi terapan agar petani bisa mandiri dalam penyediaan pakan ternak,” jelas Faisal, dosen pelaksana kegiatan, Minggu, 12 Juli 2025.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka mengikuti praktik lapangan, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga penyimpanan yang aman dan tahan lama.
Metode yang diajarkan terbukti mudah diterapkan dan tidak memerlukan peralatan mahal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan oleh civitas akademika pendidikan vokasional. Tujuannya jelas: menjembatani pengetahuan kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat tani dan peternak.
Dengan pelatihan ini, limbah jagung bukan lagi sampah tak bernilai, melainkan peluang emas yang dapat meningkatkan efisiensi dan kemandirian peternakan desa. (ibe)
















