TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidrap gencar melakukan pengawasan melekat terhadap Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih.
Hal tersebut disampaikan Asmawati Salam Koordinator Devisi (Kordiv) Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Sidrap, Rabu, 26 Juni 2024.
Dikatakannya, sebanyak 106 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) turun memastikan kerja-kerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang mulai bekerja 24 Juni hingga 25 Juli 2024.
Bawaslu Sidrap meminta kepada Panwascam dan PKD sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah Kelurahan/Desa dan kecamatan untuk menuangkan Hasil pengawasan ke dalam Laporan Hasil Pengawasan dan dokumentasi pelaksanaan pengawasan.
Asmawati Salam mengatakan bahwa sebelum bertugas PPDP/Pantarlih wajib mendapatkan bimtek coklit sesuai dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2024 dan petunjuk teknis.
Ia juga menyampaikan terkait potensi kerawanan pelanggaran pada Tahapan Penyusunan Daftar Pemilih.
“Sesuai dengan SE Nomor 89 Tahun 2024 tentang Pencegahan Pelanggaran dan Pengawasan Penyusunan Daftar Pemilih. Terdapat tiga aspek yang menjadi potensi kerawanan. Yakni aspek ketaatan prosedur, akurasi data pemilih, serta aspek geografis wilayah rawan,” jelasnya.
Aspek ketaatan prosedur, yakni Pantarlih tidak melakukan coklit dari rumah ke rumah, tidak mencocokkan data pemilih dengan KTPel maupun KK atau identitas kependudukan lainnya.
Lanjutnya, aspek akurasi data pemilih, salah satunya yakni Pantarlih tidak mencoret pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), seperti pemilih meninggal, pemilih warga sipil yang beralih status menjadi TNI/Polri.
Aspek wilayah rawan, yakni sulitnya menjangkau akses pemilih yang terkena dampak bencana alam seperti banjir, longsor, dan lainnya.
Bawaslu Kabupaten Sidrap berharap, dengan pengawasan melekat maka potensi kerawanan coklit bisa teratasi.
Disisi lain tetap berharap seluruh pihak untuk tetap bersama-sama menjaga dan mengawasi kerawanan tersebut.
“Dengan mengacu pada seluruh potensi kerawanan yang sudah dipetakan, proses coklit bisa maksimal dan menghasilkan data yang valid,” tandasnya. (dso/Ibe)

















