TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Siapa yang tak mengenal mainan yang satu ini. Seluruh masyarakat Indonesia mengenalnya, bahkan diluar negeri pun permainan ini digandrungi masyarakat awam.
Mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa memainkan permainan ini. Adalah layangan atau layang-layang, sejenis permainan kertas yang diterbangkan dengan benang.
Memang sangat asyik. Tapi masyarakat harus tahu juga resikonya bisa berdampak kerugian pada ekonomi ataupun dampak kerugian bagi penduduk.
Kenapa, itu bisa menganggu jaringan kabel aliran listrik yang membentang seperti (SUTET). Jika satu layangn nyangkut di kabel maka hal itu bisa membahayakan.
Setidaknya resikonya berbahaya karena selain dampak terbakar, juga aliran listrik bisa terputus akibat terkoneksi atau bersentuhan kabel satu sama lainnya sehingga bisa meledak atau terbakar.
Memang, hal itu tak bisa dimungkiri mainan tradisional yang sudah mengakar di tanah air itu mengancam kelangsungan aliran listrik.
Sebab di wilayah Sistem interkoneksi dan transmisi atau sering pula dinamakan dengan sistem saluran udara tegangan ekstra tinggi Alias Sutet sering terganggu akibat gangguan aktifitas layang-layang masyarakat yang bermain disekitar area Sutet.
Hal terungkap setelah pihak management PT.PLN Persero, khususnya wilayah Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Sidrap melakukan evaluasi jaringan Sutet yangsering terganggu akibat permainkan layangan masyarakat disekitar area Sistem interkoneksi dan transmisi.
Sedikitnya ratusan kerangka layangan nyangkut disepanjang bentangan kabel Sutet sehingga pihak ULTG Sidrap. (lanjut baca halaman II dibawah)
















