Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
MAKASSAR

Mengenal Pangdam XIV/HSN Mayjen TNI Andi Muhammad Cucu Raja Bone Andi Mappanyukki

×

Mengenal Pangdam XIV/HSN Mayjen TNI Andi Muhammad Cucu Raja Bone Andi Mappanyukki

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Mayjen TNI Andi Muhammad, S.H, M.H adalah cucu langsung dari H. Andi Mappayukki Raja Bone ke-32 dan cicit langsung dari Raja Gowa ke-34 I’Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang.

Orang tua Mayjen TNI Andi Muhammad, S.H, M.H bernama H. Andi Bau Datu Sawa Andi Mappanyukki dan Hj. Nurhayati Daeng Ngintang.Andi Mappanyukki (lahir 1885 – meninggal 18 April 1967) adalah salah satu tokoh pejuang dan seorang bangsawan tertinggi di Sulawesi Selatan.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dia adalah Putra dari Raja Gowa ke XXXIV yaitu I’Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu’na (Somba Ilang) dan I Cella We’tenripadang Arung Alita, putri tertua dari La Parenrengi Paduka Sri Sultan Ahmad, Arumpone Bone (Raja Bone).

Dia pulalah yang memimpin raja-raja di Sulawesi Selatan untuk bersatu dan bergabung dengan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesdia) di tahun 1950.

Sejak berusia 20 tahun sudah mengangkat senjata untuk berperang mengusir kolondial Belanda, perang yang dilakoni dimasa muda itu takala mempertahankan pos pertahanan kerajaan Gowa di daerah Gunung Sari.

Menjadi Raja Bone:Pada tahun 1931 Kamis tanggal 12 April, atau 13 Syawal 1349 H, atas usulan dewan adat dia ddiangkat menjadi Raja Bone ke-32 dengan gelar Sultan Ibrahim, sehingga dia bernama lengkap Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim.

Gelar Sultan Ibrahim sendiri merupakan gelar yang diberikan kepadanya manakala menjabat Raja Bone kala itu (mangkauE Ri Bone). Pada masanyalah Kompeni Belanda di Celebes Selatan bernama Tuan L.J.J. Karon serta Raja Belanda di Nederland pada waktu itu bernama A.C.A de Graff.

Pada masa pemerintahan La Mappanyukki di Bone, Perang Dundia II pecah dan melibatkan seluruh negara-negara besar di Eropa. Negeri Belanda diserbu oleh Jerman, Ratu Belanda Wilhelmina melarikan diri bersama seluruh keluarganya ke Inggris untuk minta perlindungan.

La Mappanyukki (Penyebutan La merupakan gelar bangsawan Bugis, sedangkan I’Mappanyukki merupakan gelar dari bangsawan Gowa) ddiangkat menjadi Arung MangkauE’ (Untuk istilah raja di Kerajaan Bone bernama Arung MangkauE’) di Kerajaan Bone menggantikan pamannya yaitu sepupu satu kali ayahnya, karena jelas bahwa ddia adalah cucu dari MappajungE.

Dia merupakan turunan La Tenri Tappu MatinroE ri Rompegading. Dengan demikdian Hadat Tujuh Bone ddianggap tidak salah pilih dalam menentukan pengganti La Pawawoi Karaeng Sigeri sebagai Mangkau’ di Kerajaan Bone.

Karena menolak bersekutu dengan Belanda Dia pun “di turunkan” dari sebagai raja Bone oleh kekuatan dan kekuasaan Belanda, kemuddian di asingkan bersama Istri (permaisuri) nya I’Mane’ne Karaengta Ballasari” dan Putra Putrinya selama 3,5 tahun di Rantepao, Tana Toraja. Dia pernah ddiangkat memimpin kerajaan suppa tahun 1902 s/d 1906.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics