Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

22 Ribu Rak Telur Meluncur dari Sidrap ke Nusantara, Syaharuddin Turun Langsung Lepas Pengiriman

×

22 Ribu Rak Telur Meluncur dari Sidrap ke Nusantara, Syaharuddin Turun Langsung Lepas Pengiriman

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung telur nasional. Sebanyak 22.930 rak telur dengan berat lebih dari 42 ton diberangkatkan ke berbagai daerah di Indonesia menggunakan tujuh truk pengangkut, Rabu (17/6/2026).

Pengiriman telur tersebut menyasar sejumlah wilayah tujuan, di antaranya Kalimantan, Kendari, dan Morowali. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama unsur Forkopimda, instansi vertikal, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap usai Upacara Integrasi Nasional di Lapangan Upacara Kompleks Kantor SKPD Sidrap.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Momen menarik terjadi saat Syaharuddin mengambil alih kemudi salah satu truk pengangkut telur sebagai simbol dukungan pemerintah daerah terhadap peternak, pelaku usaha, dan seluruh rantai distribusi sektor perunggasan yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Sidrap.

Komoditas yang dikirim memiliki nilai ekonomi sekitar Rp900 juta. Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat kontribusi Sidrap sebagai pemasok telur bagi berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui pengiriman ini, mari kita bersama melepas pengiriman telur ke berbagai wilayah di Indonesia. Semoga selamat dan lancar sampai tujuan. Pengiriman dilakukan setiap hari, kita menjaga ketersediaan telur dan ketahanan pangan,” ujar Syaharuddin.

Besarnya peran Sidrap dalam industri perunggasan nasional tercermin dari data aplikasi iSIKHNAS hingga 12 Juni 2026. Tercatat sebanyak 171 kendaraan telah mengangkut telur dari Sidrap dengan total volume mencapai 962.418 kilogram atau sekitar 962,4 ton.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 530 ribu rak telur yang dipasarkan ke berbagai daerah dengan nilai ekonomi mencapai Rp20,3 miliar. Angka itu menunjukkan tingginya produktivitas peternakan ayam petelur di Sidrap yang terus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Produksi yang berlangsung setiap hari tidak hanya menjaga pasokan telur nasional, tetapi juga memperkuat reputasi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia.

Dari kandang-kandang peternak di Bumi Nene Mallomo, jutaan butir telur terus mengalir ke berbagai penjuru negeri, menopang kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics