Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Wisatawan An-Nur Halal Tour Berkunjung ke Mevlana Jalaluddin Rum di Konya Turki

×

Wisatawan An-Nur Halal Tour Berkunjung ke Mevlana Jalaluddin Rum di Konya Turki

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Wisatawan An-Nur Halal Tour berkunjung ke Mevlana Jalaluddin Rumi yang ada di Konya Turki.

Hal itu disampaikan Ceo An-Nur Maarif, H Bunyamin yang menemani wisatawan jelajah Turki ke media ini, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dikatakannya, hidup dari Jalaluddin Rumi memiliki banyak inspirasi  seperti halnya dalam kasih sayang dan berkah, jadilah seperti matahari.

Dalam keadaan marah dan murka, jadilah seperti orang mati. Kemudian dalam hal kesederhanaan dan kerendahan hati jadilah seperti bumi. Dalam hal toleransi, jadilah seperti laut.

“Dan dalam hal kedermawanan dan menolong orang, jadilah seperti sungai. Itulah semua kisah inspirasi yang bisa kita ambil sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bunyami menceritakan bahwa Jalaluddin Rumi yang oleh UNESCO mengenalnya sebagai bapak filusuf dan sastrawan yang pernah dimiliki manusia.

“Kami sempat berkunjung ke Mevlana Jalaluddin Rumi yang ada di Konya Turki, tidak cukup waktu 24 jam untuk memahami syair-syair Rumi,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Alumni univesitas Al Azhar Kairo Mesir itu mengaku bahwa syair-syair Rumi tak akan pernah tuntas dibahas.

“Tak akan pernah selesai dikuliti, sulit kita berhenti menghayatinya dalam diam,  dan sulit kita menepis magisnya,” terangnya.

Dengan demikian, badan PBB untuk pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan- UNESCO, menetapkan tahun 2007 sebagai “Tahun Rumi”, bertepatan dengan peringatan 800 tahun kelahiran Jalaluddin Rumi, seorang tokoh sufi dan penyair terkenal bukan hanya di dunia Islam.

Rumi lahir pada 30 September 1207 di Balk, kota Khorasan di Persia yang sekarang masuk ke wilayah Aghanistan.

Ia lahir dari keluarga yang gemar belajar agama. Ia dan keluarganya pindah dari Persia untuk menyelamatkan diri dari invasi Bangsa Mongol ketika itu dan ia menghabiskan masa hidupnya di Konya, Anatolia saat Dinasti Seljuk berkuasa, hingga wafatnya tahun 1273 M. Rumi sempat pergi haji ke Makkah semasa hidupnya.

“Walau waktu 24 jam tidak cukup untuk memahami syair-syair Rumi, paling tidak pesan-pesan inspiratif ini bisa mewakili waktu yang ada untuk mengambil manfaat dari seorang Jalaluddin Rumi,” tutup Bunyamin. (mds)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics