WASPADA! Tertinggi di Sulsel, DBD di Sidrap Serang Warga, 5 Anak Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Dinkes Sidrap, gencar melakukan pengasapan insektisida atau fogging untuk memberantas sarang nyamuk.

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus meningkat di Kabupaten Sidrap.

Tercatat Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sidrap mulai Januari hingga 14 Juni 2021 mencapai 316, dan 5 diantaranya telah meninggal dunia. Umumnya yang terjangkit adalah anak usia sekolah.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut tercatat di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) Nemal dan Arnum. Angka ini menjadikan Sidrap tertinggi kasus DBD di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyusul Kabupaten Wajo, dan Baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sidrap, Aryani mengatakan, salah satu faktor meningkatnya kasus DBD yaitu masalah sampah.

Hal itu disampaikan Aryani saat sosialisasi Perda tentang pengelolaan sampah yang digelar anggota DPRD Sidrap, Iksan Rakib, Senin, 14 Juni 2021.

Dikatakannya, bahwa kurangnya kesadaran masyarakat dalam membersihkan lingkungan termasuk membuang sampah sembarangan menjadi penyebab terjadinya kasus DBD.

“Jadi kita harus jaga kesehatan keluarga kita dengan membersihkan lingkungan, terutama sampah-sampah yang bisa menjadikan tempat nyamuk Aedes aegypti bersarang,” ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidrap, Dr Ishak Kenre mengatakan, pihaknya saat ini gencar melakukan pengasapan insektisida atau fogging untuk memberantas sarang nyamuk.

Selain fogging, Dinkes Sidrap juga melakukan edukasi gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat di 11 Kecamatan.

Tidak hanya PSN, Dinkes juga memberitahukan kepada lurah, camat, hingga para wali kota untuk mendukung gerakan PSN dan bersih-bersih lingkungan ketika musim hujan tiba. Tujuannya untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.

“Kita kirimkan surat, plakat, pasang spanduk bahwa di daerah bapak atau ibu bisa rawan penyakit sehingga harus gerakan PSN dan bersih-bersih lingkungannya digalakkan,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RS Arnum Sidrap, dr Budi Santoso berharap peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam mencegah penyakit DBD.

“Semoga menjadi perhatian kita semua, utamanya kebersihan lingkungan karena itu sangat berpengaruh,” singkatnya. (MDS/Ibe)

Editor: Ibrahim

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *