TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Wakil Bupati Sidrap, Nur Kanaah, resmi melaunching program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kecamatan Tellu Limpoe, Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan yang merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) ini dipusatkan di Desa Teteaji dan melibatkan dua desa lainnya, yakni Desa Polewali dan Desa Teppo.

Dalam sambutannya, Nur Kanaah menegaskan pentingnya peran desa dalam arah pembangunan nasional.
Ia menyebut, desa kini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan telah menjadi subjek utama dalam mewujudkan target besar Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan desa yang kuat tidak mungkin tercapai tanpa dukungan data yang akurat dan dimanfaatkan dengan baik. Sering kali program sudah baik dan anggaran tersedia, tetapi hasil belum maksimal karena data belum sepenuhnya akurat,” ujarnya.
Ia menyambut baik penetapan tiga desa di Kecamatan Tellu Limpoe sebagai lokus pembinaan Desa Cantik. Menurutnya, hal ini bukan sekadar penunjukan lokasi, tetapi juga bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar.
Nur Kanaah berharap Desa Teteaji, Polewali, dan Teppo dapat menjadi titik awal perubahan, tidak hanya bagi desa masing-masing, tetapi juga menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program Desa Cantik membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Mulai dari BPS sebagai pembina, pemerintah daerah sebagai pendukung kebijakan, pemerintah desa sebagai pelaksana, hingga masyarakat sebagai sumber sekaligus pengguna data.
“Pada akhirnya, data adalah kerja bersama, bukan kerja sendiri,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia juga berharap ke depan program Desa Cantik dapat diperluas dan diterapkan di seluruh desa di wilayahnya.
Menurutnya, pengelolaan data yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini.
Kepada desa yang menjadi lokus pembinaan, ia berpesan agar mengikuti program dengan serius, penuh komitmen, dan semangat belajar. Ia juga mendorong agar pendampingan dari BPS dimanfaatkan secara maksimal.
“Harapannya, kita tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu menjadi desa yang berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Nur Kanaah mengajak seluruh pihak menjadikan momentum pencanangan Desa Cantik sebagai titik awal perubahan dalam cara bekerja, dari sekadar mengumpulkan data menjadi mampu mengelola dan memanfaatkan data secara optimal demi pembangunan desa yang lebih baik. (Ibe)

















