VIDEO: Perantau Sulawesi Bertemu dan Makan Coto Makassar di Connecticut

  • Whatsapp

TOPNEWS1.ONLINE, JAKARTA — Sabtu malam, 11 September 2021, perantau asal pulau Sulawesi mengadakan pertemuan pertama di kota Hartford, Connecticut, salah satu negara bagian di Amerika, bertetangga dengan New York dan Massachusets di rumah Bapak Rusdi Geno’, seorang perantau asal Soppeng yang telah tinggal di Hartford sejak September 1991 setelah menikah putri pribumi Amerika, Melanie dan kini telah memiliki tiga putri blasteran Bugis-Amerika.

Pertemuan pertama ini melalui WAG oleh Ibu Debby Zakka-Pongoh, asal campuran Filipina, Bugis-Sinjai, dan Ambon-Portugis, yang juga sebagai Direktur Program Indonesian Association of Connecticut ( IAC), hadir bersama suaminya Hanny Pongoh, seorang akademisi dan pengusaha asal kota Yogyakarta, dan Sekretaris IAC.

Bacaan Lainnya

Hadir pula Ibu Dedet Sjamsi Lili asal kota Makasar, Jeneponto-Manado bersama suaminya Budi Nasution yang mengaku telah tinggal sejak tahun 2005 di kawasan Milford, kota Hartford, dan Precillia Tendean-Sumigar, Bendahara IAC asal kota Manado, dan M. Saleh Mude bersama istri dan putrinya, Novi Andriani dan Elgiva Novsa Mude.

Acara malam itu terasa cukup berkesan karena kami menikmati menu ala Makassar, mulai Coto Makassar plus ketupat, sambal lengkap taucoknya, resep Ibu Debby; pallumara (nasu bale) bikinan Novi Andriani Saleh, dan mie titik dan mie goreng olahan Ibu Dedet.

Kami makan bersama keluarga Rusdi Geno di samping api unggun, dikelilingi dikelilingi pohon-pohonan yang rindang, dan udara dingin di awal musim Fall, sambil berbagi kisah awal kedatangan, dan suka-duka selama tinggal di kota Hartford, dan sebagai pendatang baru, satu setengah bulan adalah Saleh dan keluarganya.

Sebelum makan dan berpisah, kami berbagi foto, dan bikin video, dan berharap suatu hari kamia akan menggelar acara pementasan budaya, Indonesian Night atau Sulawesi Night. Kami juga ingin mengundang rombongan Pemerintah Provinsi atau Rektor-rektor kampus terkemuka yang ada di Indonesia Timur untuk mengadakan perjalanan dinas dan tour, dengan membawakan serta rombongan kesenian daerah masing-masing, misalnya tim kesenian dari Sulawesi Selatan, dll. (*)

Penulis: M. Saleh Mude

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *