TOPNEWS1.ONLINE — Ketegasan Pemerintah Arab Saudi kembali diperlihatkan dalam menjaga kualitas dan keamanan ibadah umrah.
Melalui Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak tujuh perusahaan atau syarikah resmi dibekukan operasionalnya setelah kedapatan melanggar kontrak layanan terhadap jemaah.
Dilaporkan oleh Saudi Gazette pada Kamis (17/7/2025), pelanggaran tersebut mencakup penempatan jemaah di penginapan tanpa izin resmi, yang berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan mereka selama berada di Tanah Suci.
Kementerian langsung mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar, dengan sanksi yang diberlakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Saudi untuk memastikan semua jemaah mendapatkan hak-haknya secara penuh dan dilayani dengan standar kualitas tertinggi.
Kementerian juga kembali mengingatkan seluruh penyedia layanan umrah agar menjalankan kewajiban kontraktualnya secara penuh dan tepat waktu, serta mematuhi semua regulasi resmi yang telah ditetapkan.
Kepatuhan ini dianggap sebagai kunci dalam menciptakan pengalaman ibadah yang aman, tertib, dan memuaskan selama berada di Kerajaan. (ibe)

















