TOPNEWS1.ONLINE, GOWA – Aktivitas alat berat dan lalu lalang truk pengangkut tanah di Dusun Pare’balang, Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, mulai menyita perhatian warga.
Dalam beberapa hari terakhir, kendaraan pengangkut material terlihat keluar masuk lokasi hampir setiap hari, memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait kegiatan yang sedang berlangsung.
Warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku mulai merasakan dampak dari aktivitas tersebut, terutama debu yang beterbangan akibat tingginya mobilitas kendaraan berat. Kondisi ini disebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Setiap hari ada truk keluar masuk. Debunya juga mulai terasa. Warga tentu bertanya-tanya sebenarnya kegiatan apa yang sedang berjalan di sana,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan seperti rilis yang diterima Redaksi, Kamis, 25 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, aktivitas pengerukan tanah tersebut diduga berkaitan dengan pekerjaan percetakan sawah. Meski demikian, sebagian warga berharap adanya penjelasan resmi dan terbuka dari pihak terkait agar tidak menimbulkan spekulasi maupun informasi yang simpang siur.
Selain persoalan debu, warga juga menyoroti potensi dampak lingkungan dan kondisi infrastruktur jalan yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut material dalam jumlah cukup banyak.
Sorotan terhadap aktivitas tersebut juga datang dari aktivis Gowa, Syaripuddin Dg Tarra. Ia meminta pemerintah serta instansi terkait segera turun melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh kegiatan yang berlangsung telah memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Menurutnya, transparansi sangat penting dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan pengambilan maupun pemindahan material tanah agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Warga berhak mendapatkan penjelasan. Jika semua telah sesuai aturan tentu harus disampaikan kepada masyarakat. Sebaliknya, jika ada pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Syaripuddin juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu polemik berkembang lebih jauh sebelum melakukan verifikasi langsung di lapangan.
Saat ini masyarakat Desa Mandalle berharap adanya penjelasan resmi mengenai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Kejelasan informasi dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan warga sekaligus menghindari munculnya dugaan-dugaan yang belum tentu benar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kegiatan terkait status maupun legalitas aktivitas di lokasi tersebut. Katasulsel.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang. (*)
















