TOPNEWS1.ONLINE.PINRANG. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dari Program Studi Proteksi Tanaman, St. Fitrah Amaliah, melaksanakan program kerja “Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Bahan Lokal sebagai Upaya Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara Ramah Lingkungan” di Kelurahan Pekkabata, Kabupaten Pinrang, Minggu 2 Agustus 2026.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, munculnya resistensi hama, berkurangnya populasi musuh alami, serta residu pada hasil pertanian.
St. Fitrah Amaliah mahasiswa Proteksi Tanaman menghadirkan edukasi mengenai pestisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian OPT yang lebih aman dan berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, serta manfaat pestisida nabati dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan-bahan lokal, yaitu bawang putih, serai, daun sirih, daun sirsak, dan lidah buaya. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mengandung senyawa bioaktif, seperti allicin, minyak atsiri, flavonoid, saponin, tanin, dan asetogenin yang berfungsi sebagai penolak (repellent), penghambat makan (antifeedant), serta membantu menekan perkembangan berbagai jenis hama tanaman.
Dalam sesi praktik, masyarakat diajak membuat pestisida nabati secara langsung, mulai dari proses pencucian bahan, penghalusan, pencampuran, penyaringan, hingga cara pengenceran dan aplikasi pada tanaman.
Metode praktik langsung ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga mampu memproduksi pestisida nabati secara mandiri menggunakan bahan yang mudah diperoleh dengan biaya yang relatif murah.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Kelurahan Pekkabata. Peserta aktif berdiskusi mengenai manfaat masing-masing bahan, sasaran Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat dikendalikan, serta frekuensi aplikasi pestisida nabati pada berbagai komoditas pertanian.
Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
Melalui program kerja ini, Fitrah berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal sebagai bahan pestisida nabati sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. Selain membantu menekan biaya produksi, penggunaan pestisida nabati juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi musuh alami, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.(Fitrah/Dso).
















