Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Dapur dengan Maggot BSF, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kelurahan Majjelling

×

Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Dapur dengan Maggot BSF, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kelurahan Majjelling

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP.— Mahasiswa KKN -T inovasi daerah gelombang 115 Universitas Hasanuddin Gelar Sosialisasi pengolahan sampah organik rumah tangga dengan memanfaatkan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bahan baku kompos dan pakan alternatif dilaksanakan Rabu, 21 Januari 2026 di Kantor Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Sosialisasi yang dilaksanakan Andi Baso Mappanyukki, mahasiswa Fakultas Kehutanan, Program Studi Kehutanan, Universitas Hasanuddin, yang tengah menjalankan pengabdian masyarakat di Kelurahan Majjelling.

Andi Baso Mappanyukki menjelaskan konsep dasar pengolahan sampah organik dapur dengan memanfaatkan maggot BSF sebagai agen pengurai yang efektif dan efisien. Maggot BSF diperkenalkan sebagai solusi inovatif yang mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga secara signifikan, sekaligus menghasilkan produk bernilai guna, seperti pakan alternatif untuk ternak dan residu penguraian yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos organik.

Materi disampaikan secara interaktif, meliputi pengenalan siklus hidup maggot BSF, teknik budidaya sederhana, serta tata cara pengelolaan sampah organik yang tepat agar dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri sekaligus berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.

Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Majjelling, H. Abu Bakar , selaku Ketua Yayasan TPS3R Kelurahan Majjelling, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.

“Sosialisasi ini sangat penting karena memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan,” ucap H. Abu Bakar

Andi Baso Mappanyukki secara simbolis menyerahkan maggot BSF kepada pengelola TPS3R Kelurahan Majjelling untuk dikembangbiakkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan langsung hasil sosialisasi serta memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu dan berwawasan lingkungan di Kelurahan Majjelling.(Nn/So).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics