TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 melaksanakan program Pendampingan Digitalisasi Legalitas Usaha UMKM Desa Kalosi melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta akses legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Program ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Gita Dwi Syahwani, Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115, dengan sasaran utama pelaku UMKM di Desa Kalosi yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Rendahnya kepemilikan NIB di kalangan pelaku usaha umumnya disebabkan oleh keterbatasan literasi digital serta minimnya pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan bisnis.
Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi sekaligus bantuan teknis secara langsung, mulai dari sosialisasi pentingnya legalitas usaha, pendataan identitas dan informasi usaha, hingga membantu proses pendaftaran NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Kegiatan pendampingan dilaksanakan di Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan berlangsung secara bertahap selama masa pelaksanaan KKN. Dalam setiap sesi kegiatan, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM terkait manfaat kepemilikan NIB sebagai dasar legalitas dan pengembangan usaha ke depan.
“NIB memiliki peran penting karena menjadi identitas resmi usaha yang tercatat secara hukum. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses bantuan pemerintah, permodalan, serta mendapatkan perlindungan hukum sehingga usaha dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Gita Dwi Syahwani, Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 Jurusan Akuntansi, saat kegiatan sosialisasi dan pendataan berlangsung.
Salah satu pelaku UMKM Desa Kalosi, Ibu Tasriani, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Ia mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. “Terima kasih banyak, Nak Gita, karena sudah membantu dibuatkan NIB sekaligus menjelaskan betapa pentingnya NIB bagi usaha saya. Sekarang saya jadi lebih paham manfaat NIB untuk legalitas dan pengembangan usaha ke depan,” ungkapnya.
Melalui program pendampingan digitalisasi legalitas usaha ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Kalosi dapat lebih siap bersaing, mengembangkan usahanya, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai program pemberdayaan dan pengembangan UMKM.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital dan berorientasi pada kemandirian ekonomi desa.(Nn/So).
















