Soal Dana Perjalanan Rujuk Pasien Covid-19, Bupati Enrekang: Dinkes Harus Perhatikan Itu

  • Whatsapp
Ilistrasi.

TOPNEWS1.ONLINE, ENREKANG — Bupati Enrekang, Muslimin Bando menanggapi soal keluhan tenaga honorer yang belum terbayarkan biaya perjalanan dinas saat merujuk pasien covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Enrekang itu mengatakan uang perjalanan dinas mereka harus dibayarkan karena memang sudah dianggarkan.

Bacaan Lainnya

“Perjalan dinas mereka tidak boleh tidak dibayarkan. Itu hak mereka, keringat mereka harus dibayar apalagi memang ada anggaran yang disiapkan untuk itu,” ucapnya, Sabtu, 12 Desember 2020.

Kalau pun sampai saat ini belum dibayarkan, katanya mungkin baru diproses pelaporan. Karena perjalanan dinas tidak satu kali dilakukan.

“Jadi pembayarannya mungkin di rafel,” tandasnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan (Dinkes) Enrekang, Sutrisno tidak menampik jika pihaknya tak membayar uang perjalanan dinas honorer Tim Reaksi Cepat (TRC).

Keterlambatan pembayaran perjalanan dinas itu dikarenakan adanya keterlambatan memasukkan laporan SPPD mereka.

Apalagi, lanjut Sutrisno mengaku anggaran biaya perjalanan dinas mereka masuk dalam Biaya Tak Terduga (BTT).

“Bukan kami tidak bayarkan, tapi mereka terlambat memasukkan laporan perjalanan dinas mereka,” ujarnya.

Menurutnya, yang belum dibayarkan itu tidak seberapa karena mereka setiap berangkat merujuk selalu ambil panjar dulu karena tidak mungkin mereka berangkat kalau tidak ada biaya.

“Jadi sisa panjar mereka yang belum dibayar karena faktor keterlambatan mereka yang lambat masukkan laporannya,” tandasnya.

Sebelumnya, puluhan tenaga honorer TRC penanggulangan krisis kesehatan Dinkes Enrekang mengeluhkan hal tersebut.

Biaya perjalanan dinas mereka selama ini belum dibayarkan, baik perjalanan dinas keluar daerah maupun perjalanan dinas dalam daerah.

Salah satu tenaga honorer TRC Dinkes Enrekang yang enggan disebut namanya mengatakan sudah 11 kali perjalanan dinasnya keluar daerah dan 13 kali dalam daerah belum dibayarkan.

Bahkan menurutnya ada temannya diatas 20 kali perjalanan dinasnya yang belum dibayarkan.

“Saya punya banyak kebutuhan dan sangkutan yang harus saya bayar Bu. Saya hanya mengharapkan perjalanan dinas saya dibayarkan, tapi sampai sekarang sudah mau berakhir bulan Desember belum ada tanda-tanda kami akan dibayar,” tuturnya.

Bukan hanya perjalan dinas keluar daerah saja, tapi juga perjalanan dinas dalam daerah saat mereka melakukan Tracking kasus Covid-19.

Dia berharap Dinkes Enrekang terbuka hatinya untuk membayar perjalanan dinas mereka yang selama ini merujuk pasien Covid-19. Apalagi anggaran Covid-19 untuk kegiatan seperti itu memang ada. (Andi Erna)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *