TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Pembangunan di bidang keolahragaan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sidrap.
Yang terbaru dan spektakuler akan dilakukan oleh pemkab di bawah kepemimpinan Bupati H Dollah Mando dan Wakil Bupati Mahmud Yusuf adalah membangun lapangan olahraga paralayang atau olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain alias parasut.
Menurut Kepala Dinas Porabudpar Sidrap, Andi Anis Dachlan, pembangunan lapangan olahraga paralayang tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Besok insha Allah kami bersama tim dari Lanud Sultan Hasanuddin sudah akan melakukan survei lokasi, letaknya ada di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu atau barat Sidrap, dimana landasan terbang dan pendaratan paralayang dan gantole-nya akan terintegrasi dengan destinasi Wisata PLTB Sidrap,” kata Anis via selulernya, Jumat, 20 Mei 2021.
Menurutnya, paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi ataupun kompetisi.
Adapun induk dari organisasi olahraga itu adalah PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonsia, “Sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia),” terangnya.
Anis melanjutkan, olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift).
Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Menurutnya, olahraga paralayang saat ini, tengah digandrungi masyarakat. Paralayang merupakan sebuah cabang olahraga profesional, namun di sisi lain dapat menjelma menjadi sebuah olahraga hiburan yang menyenangkan.
“Nah, itu yang coba kita hadirkan di daerah kita tercinta Bumi Nene Mallomo ini,” akunya. (MDS/ibe)
















