TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sejumlah rumah penduduk di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap sudah banyak yang rusak dan nyaris tenggelam akibat banjir.
Banjir yang terjadi sejak dua bulan terkahir akibat luapan danau Sidenreng itu terus naik ke pemukiman warga hingga merendam 260 rumah warga dan 840 haktare (ha) sawah di Kecamatan Panca lautang.
Ketinggian banjir di Kelurahan Wette’e antara 1 hingga 3 meter. Akibat banjir, banyak warga yang mengungsih ke rumah keluarga yang tidak terkena banjir.
Sebagian pula masih memilih bertahan di dalam rumah dengan menggunakan bambu yang sudah dirakit. Untuk beraktivitas warga menggunakan perahu dayung.
Syarif warga Wette’e kepada topnews1.online mengaku, banjir ini terjadi sejak dua bulan terakhir dan airnya naik turun.
“Tapi sekarang ini naik lagi, bahkan sudah masuk di dalam rumah. Kami terpaksa menggunakan bambu yang dirakit untuk ditempati tidur,” ucapnya, Selasa, 14 Juli 2020.
Disampaikan, bahwa sebagian rumah warga rusak dan bahkan ada rumah yang sisa atap sengnya yang kelihatan akibat banjir semakin tinggi.
Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang menyampaikan, bahwa pemerintah telah melakukan pendataan terhadapat jumlah warga yang terdampak banjir dan secepatnya akan menyalurkan bantuan.
“Kami sudah turun memantau dan mencatat kebutuhan mendesak warga yang terdampak banjir tahunan ini,” katanya.
Siara barang menyampaikan rumah yang terkena banjir sebanyak 360 unit rumah dan 1.463 haktare (ha) persawahan yang sudah ditanami padi umur 1 hingga 3 minggu ikut tergenangi banjir.
“Itu terjadi di 5 desa/kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang. Banjir terparah di Kelurahan Wette’e dan Teteaji,” tandasnya. (erw/mds)
















